periskop.id - SUV listrik kompak BYD Atto 3 kembali hadir dengan sejumlah pembaruan signifikan. Dokumen resmi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mengungkap bahwa model terbaru ini kini menggunakan platform penggerak roda belakang (RWD) dengan dimensi bodi yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

Melansir CarNewsChina, Minggu (15/3), Atto 3 terbaru dibekali satu motor listrik di bagian belakang dengan dua opsi tenaga, yakni 200 kW dan 240 kW. Motor tersebut memiliki kode TZ200XSBR dan diproduksi oleh Zhengzhou BYD Auto.

Untuk sumber energi, BYD tetap mengandalkan baterai lithium iron phosphate (LFP) dari divisi FinDreams. Sel baterai diproduksi di Wenzhou, sementara paket baterai dirakit di Changsha. 

Meski kapasitas baterai belum dicantumkan dalam dokumen kementerian, publikasi IT-Home menyebut kemungkinan besar Atto 3 akan menggunakan Blade Battery generasi kedua yang mendukung pengisian cepat. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu lima menit, meski belum ada konfirmasi resmi.

Kecepatan maksimum SUV ini tercatat mencapai 190 km/jam. Sistem bantuan pengemudi juga ditingkatkan dengan opsi sensor tambahan, termasuk lidar di atap, radar depan, dan kamera di spatbor. Namun, detail mengenai platform komputasi untuk sistem bantuan tersebut belum dijelaskan lebih lanjut.

Perubahan dimensi menjadi salah satu pembaruan paling mencolok. Atto 3 kini memiliki panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, serta jarak sumbu roda 2.770 mm. 

Bobot kosongnya 1.690 kg dengan bobot maksimum 2.115 kg. Dari sisi eksterior, fascia depan tampil baru dengan panel bergaya gril perak dan lampu utama lebih ramping. Bumper bawah dilengkapi bukaan pendingin vertikal serta intake tengah berbentuk trapesium.

SUV ini juga menawarkan velg 18 inci dan 19 inci, gagang pintu semi tersembunyi, serta pilihan warna bodi dua nada. Bagian belakang menampilkan lampu terintegrasi memanjang, lampu rem atas terpisah, dan wiper kaca belakang.

Atto 3 merupakan salah satu model ekspor utama BYD, menopang ekspansi BYD ke Eropa, Asia Tenggara, dan Australia. 

Menurut data penjualan 2025, BYD berhasil menyalip Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia, dengan Atto 3 menjadi tulang punggung penjualan global. Kehadiran versi terbaru ini pun digadang akan memperkuat posisi BYD di pasar internasional.