periskop.id - Ford, produsen otomotif asal Amerika Serikat, dikabarkan telah melepas salah satu pusat produksinya di Spanyol kepada Geely, raksasa otomotif asal Tiongkok.
Kabar ini muncul di tengah pernyataan CEO Ford, Jim Farley, yang sebelumnya berulang kali menyoroti ancaman ekspansi produsen mobil Tiongkok terhadap pasar global. Ironisnya, kini Ford justru menyerahkan aset strategisnya kepada salah satu pemain utama dari negeri tersebut.
Geely disebut akan memanfaatkan fasilitas itu untuk mengembangkan kendaraan multi-energi berbasis Global Intelligent New Energy Architecture (GINEA).
Melansir Antara, Rabu (6/5), platform ini menjadi fondasi bagi sejumlah model terbaru Geely, termasuk Galaxy A7 dan E5, yang menargetkan segmen kendaraan listrik dan hybrid. Langkah ini mempertegas ambisi Geely untuk memperluas jangkauan produksi di Eropa, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi elektrifikasi.
Meski detail pengalihan masih minim, publikasi otomotif menyebutkan adanya model misterius dengan kode internal 135 yang akan lahir dari pabrik tersebut. Varian ini dikabarkan hadir dalam opsi mesin hybrid, plug-in hybrid, hingga listrik murni.
Spekulasi menguat bahwa model tersebut adalah Geely EX2, sebuah crossover listrik kompak dengan dimensi panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, dan tinggi 1.570 mm. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 410 km berkat paket baterai 40,1 kWh, serta motor listrik dengan tenaga maksimal 114 hp.
Menariknya, analis industri menilai platform yang sama berpotensi digunakan Ford untuk melahirkan penerus Ford Puma, crossover populer di pasar Eropa. Kedua model memiliki ukuran serupa, sehingga kolaborasi teknologi bisa menjadi jalan tengah bagi Ford untuk tetap relevan di segmen kendaraan listrik kompak.
Namun, baik Ford maupun Geely masih menahan komentar resmi.
“Kami terus berdiskusi dengan banyak perusahaan tentang berbagai topik,” ujar perwakilan Ford, meredam spekulasi yang berkembang.
Sementara itu, juru bicara Geely Eropa menegaskan kepada Automobilwoche bahwa mereka “tidak dapat berkomentar tentang spekulasi.”
Di balik ketertutupan ini, pengamat industri menilai kesepakatan sudah hampir rampung. Jika benar, langkah Geely akan menambah daftar ekspansi produsen Tiongkok di Eropa, menyusul keberhasilan BYD dan SAIC yang lebih dulu menancapkan kuku di pasar benua biru.
Data Asosiasi Produsen Otomotif Eropa (ACEA) menunjukkan bahwa pangsa pasar mobil listrik asal Tiongkok di Eropa meningkat lebih dari 20% sepanjang 2025, menandai tren pergeseran kekuatan industri otomotif global.
Tinggalkan Komentar
Komentar