Periskop.id - Honda dan Nissan kian dekat menuju kemitraan strategis yang berpotensi mengubah arah pengembangan kendaraan listrik dan hybrid kedua pabrikan. Presiden Honda, Toshihiro Mibe, menyatakan pembicaraan dengan Nissan sudah memasuki tahap lanjut.
Mibe memaparkan, sejumlah aspek kemitraan bahkan sudah hampir siap untuk diumumkan secara resmi. Hal itu dilaporkan media otomotif CarsCoops pada Selasa (30/6) waktu setempat.
Proyek pertama yang berpotensi lahir dari kolaborasi ini adalah pengembangan Electronic Control Unit (ECU) secara bersama. ECU merupakan sistem komputer yang berfungsi sebagai pusat kendali kendaraan.
Berdasarkan laporan media Jepang, ECU bersama itu nantinya bakal digunakan pada berbagai model Honda, Nissan, dan Mitsubishi, termasuk kendaraan hybrid dan mobil listrik. Penerapannya diperkirakan dimulai pada rentang 2029 hingga 2030.
Berbagi platform elektronik seperti ini dinilai dapat mempercepat pengembangan teknologi kendaraan sekaligus menekan biaya produksi. Langkah itu disebut sebagai respons terhadap gempuran produsen baru, terutama dari China.
Kerja sama ini muncul di tengah tekanan finansial yang tengah dialami Honda. Pabrikan asal Jepang tersebut baru saja membukukan kerugian bersih sebesar 423,9 miliar yen, setara dengan sekitar US$2,62 miliar.
Mibe menegaskan, tiga tahun ke depan akan menjadi periode krusial bagi bisnis kendaraan roda empat Honda. Ia memperingatkan, kegagalan dalam menghadapi kekuatan baru di industri otomotif bisa berujung pada tantangan yang jauh lebih berat bagi perusahaan.
Dorongan untuk mengesampingkan rivalitas lama itu juga datang dari dinamika industri yang berubah cepat. Persaingan yang kian ketat memaksa para pabrikan Jepang untuk merapat satu sama lain demi bertahan.
Namun, jalan menuju aliansi yang lebih erat tidak sepenuhnya mulus. Produsen asal Prancis, Renault, masih memegang 15% hak suara di Nissan dan berpotensi memengaruhi arah keputusan strategis perusahaan ke depan.
Bila kesepakatan ini benar-benar terwujud, kolaborasi Honda dan Nissan berpeluang menjadi salah satu aliansi teknologi terbesar dari Jepang dalam menghadapi era elektrifikasi dan dominasi pemain baru di industri otomotif global.
Tinggalkan Komentar
Komentar