Periskop.id - PT Eurokars Prima Utama resmi meluncurkan Ferrari 849 Testarossa di Jakarta, Kamis (16/7). Mobil berjenis berlinetta ini didapuk sebagai penerus SF90 Stradale dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang lebih mutakhir.

Manajer Penjualan PT Eurokars Prima Utama Jordy Kamal menyebutkan, kehadiran 849 Testarossa menjadi babak baru bagi para penggemar Ferrari. Ia menerangkan, mobil ini dirancang khusus untuk konsumen yang mencari sensasi berkendara sekaligus performa maksimal.

"Ferrari 849 Testarossa merupakan babak baru bagi para true Ferraristi. Mobil ini dirancang untuk mereka yang menginginkan rasa berkendara yang terbaik dan performa luar biasa," ujar Jordy dalam acara peluncuran di Jakarta, Kamis (16/7).

Nama Testarossa yang disematkan pada model ini bukan tanpa alasan. Jordy memaparkan, nama tersebut membawa warisan besar dari sejarah balap Ferrari.

"Born from legacy, model ini membawa nama ikonik yang berakar dari warisan balap Ferrari, yaitu Testarossa," tambahnya.

Dari sisi performa, Ferrari 849 Testarossa mengusung konfigurasi mesin V8 twin-turbo tengah-belakang yang dipadukan tiga motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga total 1.050 hp, angka tertinggi yang pernah dicatat kendaraan produksi massal Ferrari.

Mesin V8 twin-turbo tersebut telah direvisi total sehingga mampu menghasilkan 830 hp secara mandiri, naik 50 hp dari pendahulunya. Sistem hibrida dengan tiga motor listrik menambah 220 hp lagi ke total tenaga tersebut.

Berkat tenaga sebesar itu, Ferrari 849 Testarossa diklaim mampu melesat dari posisi diam hingga 100 km/jam hanya dalam 2,3 detik. Ferrari juga membekali mobil ini dengan mesin turbo terbesar dalam sejarah produksinya, lengkap dengan sistem penggerak empat roda opsional dan fitur pembagian torsi untuk stabilitas maksimal.

Selain soal kecepatan, 849 Testarossa turut mengedepankan efisiensi lewat baterai lithium-ion berkapasitas 7,45 kWh. Dalam mode eDrive, mobil ini bisa berjalan sepenuhnya dengan tenaga listrik hingga jarak 25 kilometer tanpa emisi gas buang, cocok untuk mobilitas di area perkotaan padat.

Pengendalian mobil turut ditopang sejumlah teknologi elektronik anyar, mulai dari ABS Evo Ferrari untuk pengereman presisi, Sistem Estimator FIVE yang diklaim paling canggih di jajaran Ferrari, hingga revisi suspensi untuk meningkatkan handling tanpa menambah bobot kendaraan.

Dari sisi desain, Ferrari 849 Testarossa mengadopsi solusi aerodinamika yang diadaptasi langsung dari dunia balap. Spoiler aktif barunya mampu menghasilkan downforce hingga 415 kg pada kecepatan 250 km/jam, naik 25 kg dibanding SF90 Stradale, sekaligus diklaim mampu meningkatkan efisiensi pendinginan sistem penggerak dan pengereman hingga 15%.

Ferrari memposisikan 849 Testarossa sebagai kasta tertinggi dalam jajaran produknya, menggabungkan performa ekstrem dengan kenyamanan berkendara harian. Mobil ini menawarkan dualitas karakter yang selama ini dicari kolektor mobil super, yakni performa lintasan balap sekaligus kenyamanan grand touring.