Periskop.id - Melansir The Guardian pada Kamis (9/7), Asosiasi Sepak Bola Mesir secara resmi mempertanyakan aspek keadilan atas kekalahan tipis tim nasional mereka.
Timnas Mesir dipaksa menyerah dengan skor 2-3 dari Argentina dalam laga sengit babak 16 besar Piala Dunia yang berlangsung pada Rabu (8/7) dini hari. Pihak Mesir merasa keputusan pengadil lapangan sangat merugikan jalannya pertandingan yang krusial tersebut.
Laga ini sejatinya sempat berjalan sangat meyakinkan bagi kubu Mesir. Timnas Mesir berhasil unggul 1-0 terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Yasser Ibrahim di awal pertandingan.
Memasuki babak kedua, skuad berjuluk The Pharaohs tersebut mengira mereka telah berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 ketika Mostafa Ziko mencetak gol di akhir sebuah skema serangan yang apik.
Namun, kegembiraan tersebut sirna setelah wasit François Letexier menganulir gol tersebut melalui peninjauan ulang. Wasit menilai bahwa Marwan Attia telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu dalam proses terjadinya gol.
Ziko akhirnya benar-benar berhasil mengubah papan skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Mesir pada menit ke-67.
Sayangnya, keunggulan dua gol tersebut tidak bertahan lama setelah lini pertahanan Mesir kebobolan. Cristian Romero dan Lionel Messi sukses mencetak gol balasan bagi Argentina sehingga kedudukan berubah imbang menjadi 2-2.
Memasuki masa injury time, situasi di lapangan semakin memanas dan membuat kubu Mesir meradang. Wasit Letexier menolak memberikan hadiah penalti untuk Mesir atas insiden pelanggaran yang dilakukan oleh Julián Alvarez terhadap bintang mereka, Mohamed Salah.
Kekecewaan Mesir semakin memuncak ketika beberapa saat setelah insiden tersebut, pemain Argentina Enzo Fernández justru mencetak gol yang mengunci kemenangan tim tango.
Kekecewaan Pelatih dan Pernyataan Resmi Federasi
Manajer tim nasional Mesir, Hossam Hassan, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya setelah pertandingan usai. Ia menyatakan dengan tegas bahwa anak asuhnya telah mengalami ketidakadilan yang nyata di atas lapangan.
"Apa yang terjadi sungguh tidak adil. Mesir layak lolos. Kami adalah tim yang lebih baik," ujar sang Pelatih dengan nada kecewa.
Sikap keras Hassan tersebut mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Sepak Bola Mesir. Federasi sepak bola negara tersebut langsung mengeluarkan pernyataan tertulis yang mengkritik tajam cara wasit memimpin jalannya laga babak 16 besar tersebut.
"Asosiasi Sepak Bola Mesir tidak bisa tinggal diam mengenai keputusan-keputusan wasit yang terlihat selama pertandingan melawan Argentina, serta kegagalan dalam memanfaatkan sistem asisten wasit video (VAR) secara tepat," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Menurut penilaian asosiasi sepak bola Mesir, terdapat beberapa insiden penting di lapangan yang menimbulkan kekhawatiran serius. Kejadian-kejadian tersebut menyisakan pertanyaan mendalam mengenai konsistensi serta keadilan keputusan wasit yang secara langsung memengaruhi hasil akhir pertandingan.
"Sepak bola Mesir selalu menghormati prinsip-prinsip fair play, integritas olahraga, dan rasa hormat terhadap permainan. Prinsip-prinsip yang sama ini menuntut agar semua tim bersaing dengan syarat yang setara dan menerima perlakuan yang sama," tambah pihak asosiasi dalam rilis resminya.
Catatan Sejarah Mesir dan Langkah Argentina Selanjutnya
Terlepas dari segala kemarahan dan kontroversi atas cara mereka tersingkir di babak gugur, tim nasional Mesir tetap meninggalkan Amerika Serikat dengan kepala tegak.
Turnamen kali ini mencatatkan tinta emas tersendiri bagi sejarah sepak bola mereka karena Mesir berhasil meraih kemenangan pertama mereka di ajang Piala Dunia.
Tidak hanya itu, ini merupakan momen kelolosan pertama mereka dari fase grup sekaligus kemenangan pertama di babak gugur sepanjang sejarah kepesertaan mereka.
Di sisi lain, kemenangan dramatis ini mengantarkan Argentina melaju ke babak delapan besar Piala Dunia.
Pada babak perempat final nanti, Argentina dijadwalkan akan menghadapi Swiss. Tim asuhan Murat Yakin tersebut berhasil melangkah ke babak selanjutnya setelah mendepak Kolombia melalui drama adu penalti.
Tinggalkan Komentar
Komentar