Periskop.id - Perhelatan sepak bola terbesar di dunia tidak hanya memikat jutaan pasang mata melalui aksi di lapangan hijau, melainkan juga memicu perputaran uang yang sangat masif di sektor perjudian. 

Melansir laporan Forbes pada Kamis (18/6), Ismail Vali selaku presiden dari Gaming Compliance International (GCI) memproyeksikan bahwa total perputaran uang dari judi bola sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 akan mencapai angka yang sangat fantastis, yaitu sebesar US$593 miliar.

"Secara konservatif, perkiraan kami berada di angka US$593 miliar. Jadi, ini adalah sebuah ajang taruhan bernilai lebih dari setengah triliun dolar," katanya memberikan gambaran skala nilai ekonomi dari aktivitas taruhan tersebut.

Jika dikonversikan berdasarkan nilai tukar pada Kamis (9/6) Juli 2026 yang berada di posisi Rp18.093 per dolar AS, akumulasi nilai taruhan tersebut setara dengan Rp10.729 triliun. 

Nominal yang sangat besar ini bahkan tercatat setara dengan 3,88 kali lipat dari keseluruhan realisasi penerimaan negara Indonesia pada 2025 lalu yang menyentuh angka Rp2.765,13 triliun.

Dominasi Pasar Ilegal dan Tantangan Regulasi Global

Hal yang cukup memprihatinkan dari fenomena ini adalah mengenai ke mana aliran dana raksasa tersebut bermuara. 

Menurut pemaparan lebih lanjut dari Vali, mayoritas dari nilai taruhan yang luar biasa besar tersebut justru berputar di jaringan bandar judi ilegal yang tidak memiliki izin resmi.

“Pasar yang teregulasi (legal) hanya mencakup sekitar 31%. Sedangkan yang tidak teregulasi dan tidak diakui mencapai 69%. Jadi, porsi 69% itu bernilai US$409 miliar," paparnya secara terperinci mengenai ketimpangan porsi pasar legal dan ilegal.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan terhadap aktivitas perjudian global masih menghadapi tantangan berat, mengingat porsi pasar tersembunyi yang tidak teregulasi memegang kendali atas dana sebesar US$409 miliar dari total taruhan yang ada.

Lonjakan Signifikan Dibandingkan Turnamen Sebelumnya

Estimasi yang dikeluarkan oleh GCI ini ternyata jauh melampaui hasil prediksi Deutsche Bank Research Institute dalam publikasi resmi mereka yang terbit pada hari Selasa (30/6).

Menurut hasil kajian dari lembaga riset tersebut, aktivitas judi bola global pada ajang Piala Dunia Qatar edisi 2022 sebelumnya bernilai sebesar US$35 miliar. Berdasarkan basis data tersebut, Deutsche Bank Research Institute memproyeksikan adanya lonjakan sebesar 43% pada edisi 2026 hingga nilainya melampaui US$50 miliar atau setara dengan Rp905 triliun. 

Walaupun lembaga riset ini sudah memperkirakan adanya tren kenaikan yang tajam, angka proyeksi dari GCI membuktikan bahwa potensi perputaran uang judi bola nyatanya jauh lebih masif dari yang terlihat di permukaan.