Periskop.id – Genesis membuka peluang menghadirkan kendaraan performa ekstrem yang ditempatkan di atas lini Magma. Apabila direalisasikan, model tersebut berpotensi menjadi penantang mobil edisi terbatas seperti Mercedes-AMG Black Series dan BMW M CS di segmen performa premium.

Wacana itu muncul saat jajaran Genesis Australia ditanya mengenai kemungkinan pengembangan model yang lebih fokus untuk lintasan, lebih eksklusif, dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Meski belum mengonfirmasi proyek tertentu, mereka tidak menutup kemungkinan Genesis melangkah lebih jauh dari program Magma.

Manajer Perencanaan dan Pengembangan Produk Genesis Australia Tim Rodgers mengatakan ambisi merek tersebut memungkinkan lahirnya kendaraan dengan karakter yang lebih ekstrem.

“Kenapa tidak? Kami memiliki ambisi yang sangat besar dan saya pikir seluruh merek bergerak dengan semangat itu. Dari semua merek yang ada, saya pikir kamilah yang dapat melakukan sesuatu seperti itu. Namun, saya tidak ingin mengonfirmasi apa pun. Sekali lagi, saya hanya berspekulasi,” kata Rodgers, sebagaimana dikutip Carsales.

Direktur Pelaksana Genesis Australia Justin Douglass menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, pertumbuhan Genesis masih membuka banyak ruang bagi pengembangan produk baru.

“Merek ini selalu berevolusi dan berkembang, sehingga kemungkinannya tidak terbatas. Seperti yang dikatakan Tim, kami sangat ambisius. Kami tumbuh dengan cepat dan arah yang dapat ditempuh merek ini di berbagai bidang sangat menarik,” ujar Douglass.

Magma Jadi Fondasi Mobil Performa Genesis

Program Magma merupakan langkah Genesis memperluas identitasnya dari produsen mobil mewah menjadi merek yang juga menawarkan performa tinggi. G80 Magma Special sebelumnya diperkenalkan sebagai pengembangan dari sedan G80 dengan suspensi lebih rendah, bodi lebih lebar dan aerodinamika yang ditingkatkan. Model khusus tersebut ditujukan secara eksklusif untuk pasar Timur Tengah.

Sementara itu, GV60 Magma menjadi mobil produksi pertama yang lahir dari program performa tersebut. Crossover listrik ini juga menjadi fondasi teknologi dan karakter berkendara bagi model-model Magma berikutnya. Genesis berencana menghadirkan versi performa tinggi pada lebih banyak kendaraan dalam portofolionya.

GV60 Magma dibekali dua motor listrik dengan keluaran puncak 650 PS atau sekitar 641 tenaga kuda dan torsi 790 Nm. Saat Boost Mode diaktifkan, mobil tersebut dapat berakselerasi dari 0–100 kilometer per jam dalam 3,4 detik dan mencapai 200 kilometer per jam dalam 10,9 detik. Kecepatan tertingginya mencapai sekitar 264 kilometer per jam.

Kemampuan itu menempatkan GV60 Magma di segmen yang sama dengan Hyundai Ioniq 5 N dan Kia EV6 GT. Namun, Genesis menawarkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan performa tinggi, kenyamanan, material premium dan karakter berkendara khas mobil grand tourer.

Presiden sekaligus Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Hyundai Motor Group Manfred Harrer mengatakan pengembangan GV60 Magma tidak semata-mata mengejar kecepatan.

“Dalam waktu yang sangat singkat, para insinyur kami mencapai sesuatu yang benar-benar luar biasa. Mereka menciptakan mobil yang tidak hanya cepat, tetapi benar-benar memiliki karakter Genesis, sebuah mobil yang memberikan kepercayaan diri dan menciptakan hubungan emosional dengan pengemudi,” kata Harrer.

Pengalaman Le Mans Mengalir ke Mobil Jalan Raya

Ambisi Genesis di segmen performa juga diperkuat melalui program balap Genesis Magma Racing. Pabrikan asal Korea Selatan itu memasuki FIA World Endurance Championship 2026 menggunakan GMR-001, mobil balap kelas Hypercar yang dikembangkan bersama ORECA.

GMR-001 menggunakan mesin V8 3,2 liter twin-turbo yang teknologinya dikembangkan dari mesin empat silinder 1,6 liter milik program reli Hyundai. Mobil itu telah menjalani pengujian hampir 25.000 kilometer sebelum mengikuti musim pertamanya di WEC.

Pada debutnya di balapan 24 Hours of Le Mans 2026, satu GMR-001 berhasil mencapai garis finis di posisi ke-13. Mobil Genesis lainnya gagal menyelesaikan perlombaan akibat masalah suspensi depan ketika sedang bersaing mendekati sepuluh besar.

Genesis juga memperkenalkan Magma GT dan Magma GT3 Concept di Le Mans. Magma GT dirancang sebagai mobil grand tourer dua penumpang dengan proporsi mesin tengah, sedangkan versi GT3 diproyeksikan menjadi basis program balap pelanggan Genesis pada masa depan.

Pengalaman dari balap ketahanan dan pengembangan mobil GT3 berpotensi diterapkan pada kendaraan jalan raya, mulai dari pengendalian sasis, aerodinamika, pendinginan hingga daya tahan komponen. Magma GT bahkan disebut sebagai model halo yang akan mewakili puncak filosofi performa Genesis dalam dekade berikutnya.

Meski demikian, Genesis belum mengumumkan nama, spesifikasi ataupun jadwal produksi kendaraan yang ditempatkan di atas Magma. Keputusan tersebut diperkirakan bergantung pada penerimaan konsumen terhadap GV60 Magma dan model performa berikutnya.

Apabila respons pasar positif, Genesis memiliki peluang memasuki segmen kendaraan performa eksklusif yang selama ini didominasi Mercedes-AMG, BMW M dan Porsche. Langkah itu sekaligus dapat mengubah citra Genesis dari alternatif mobil mewah menjadi pesaing langsung merek Eropa dalam urusan kemewahan dan kemampuan di lintasan.