Periskop.id – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui program Beasiswa Sawit memberikan kesempatan bagi 5.000 calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi sambil mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di sektor perkebunan kelapa sawit. Program ini mencakup biaya kuliah penuh serta bantuan biaya hidup selama masa studi.
“Kami ingin membangun SDM sawit yang kompeten. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan biaya kuliah, tetapi juga uang saku agar fokus pada studi dan pengembangan diri,” ujar Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Jumat (5/6).
Program ini juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk sawit. Hasil riset yang dikembangkan telah menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, mulai dari material industri, peralatan pelindung, hingga produk UMKM, termasuk rompi antipeluru, helm, dan produk konsumen lainnya. Helmi mencontohkan keberhasilan mahasiswa asal Sumatera Barat yang memanfaatkan lidi sawit untuk diekspor ke Asia Selatan.
Dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” di Kabupaten Karawang, Jawa Barat (4–5 Juni 2026), peserta memperoleh wawasan tentang potensi ekonomi sawit dan peluang UMKM berbasis produk turunan sawit. Ketua Pelaksana Workshop Qayuum Amri pun menekankan pentingnya edukasi bagi generasi Z agar memahami manfaat sawit di luar citra negatif yang sering beredar di media sosial.
Karawang dipilih sebagai lokasi workshop karena menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 1.000 perusahaan nasional dan internasional, meski bukan sentra perkebunan sawit. Sekitar 70 persen pelaku usaha kuliner di wilayah ini menggunakan produk turunan sawit.
Kategori Afirmasi
Sejak 2015 hingga April 2026, total mahasiswa penerima Beasiswa Sawit telah mencapai 13.265 orang, dengan 4.975 orang di antaranya telah menyelesaikan studi. Program ini tersebar di 21 provinsi dan melibatkan 42 lembaga penyelenggara pendidikan.
Untuk tahun 2026, pemerintah menyiapkan kategori afirmasi bagi peserta dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, daerah 3T, perbatasan, atau yang kurang mampu secara ekonomi, dengan kuota maksimal 30 persen dari total penerima. Hal ini diharapkan meningkatkan representasi generasi muda dari wilayah terluar dan kurang beruntung.
“Kami berharap Beasiswa Sawit menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi perkebunan yang unggul, berdaya saing, dan berintegritas, sekaligus mendukung keberlanjutan industri sawit nasional,” ujar Sudi Bawa Suwita, Kepala Divisi Penyaluran Dana Pengembangan SDM Perkebunan BPDP.
Kegiatan ini juga diikuti oleh pelajar, mahasiswa, guru, dan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha berbasis produk turunan sawit. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Karawang Dindin Rachmadhy menyebut, workshop ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong ekonomi berbasis kewirausahaan.
Melalui program ini, BPDP menargetkan penguatan SDM sawit di daerah 3T, membuka peluang wirausaha baru, dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar