Periskop.id - MPLS 2026 atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dijadwalkan berlangsung mulai 13 Juli 2026, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru. Bagi siswa baru, orang tua, maupun panitia sekolah, memahami jadwal dan aturan pelaksanaannya penting agar persiapan bisa berjalan lebih matang.
Pemerintah telah menerbitkan regulasi baru yang mengatur pelaksanaan MPLS secara nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, menggantikan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 yang sebelumnya menjadi acuan.
Tanggal MPLS 2026 di Jakarta dan Aturan Nasional
Berdasarkan ketentuan dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, MPLS diselenggarakan selama lima hari pada pekan pertama awal tahun ajaran baru.
Untuk wilayah Jakarta, kalender pendidikan 2026/2027 menetapkan MPLS berlangsung dari Senin, 13 Juli 2026 hingga Jumat, 17 Juli 2026.
Regulasi baru ini secara resmi mencabut Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 yang selama ini menjadi rujukan penyelenggaraan orientasi siswa baru di seluruh Indonesia.
Mengapa Kegiatan MPLS Harus Edukatif?
MPLS bukan sekadar formalitas sambut siswa baru. Masa orientasi yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan motivasi belajar sekaligus membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan yang belum mereka kenal.
Unsur perpeloncoan wajib dihindari sepenuhnya. Pendekatan yang efektif memadukan informasi akademik dengan aktivitas kelompok yang ringan dan menyenangkan, sehingga siswa baru merasa nyaman sejak hari pertama.
7 Ide Kegiatan MPLS Edukatif yang Bisa Diterapkan
1. Tur Jelajah Sekolah: Siswa diajak berkeliling dalam kelompok kecil untuk mengenal ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas ibadah, hingga kantin secara langsung.
2. Permainan Dinamika Kelompok: Ice breaking atau games sederhana yang dirancang untuk melatih kerja sama tim dan mempererat hubungan antar-siswa baru.
3. Sesi Berbagi Inspirasi: Mengundang alumni berprestasi untuk menceritakan pengalaman belajar mereka sebagai pemantik motivasi bagi peserta didik.
4. Demonstrasi Ekstrakurikuler: Setiap unit kegiatan menampilkan pertunjukan singkat agar siswa baru dapat mengenali pilihan aktivitas sesuai minat dan bakat masing-masing.
5. Membuat Pohon Cita-cita: Siswa menuliskan harapan dan target belajar di selembar kertas, lalu menempelkannya bersama pada papan mading kelas sebagai pengingat visual.
6. Kuis Wawasan Sekolah: Tanya jawab interaktif seputar sejarah, visi misi, dan tata tertib sekolah yang disajikan dengan cara menyenangkan untuk menguji fokus siswa.
7. Aksi Peduli Lingkungan: Melibatkan siswa dalam kegiatan ringan seperti merawat taman atau membersihkan area kelas, guna menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Tujuh ide di atas dapat diadaptasi sesuai jenjang dan kebutuhan sekolah masing-masing. Yang terpenting, setiap kegiatan memberikan nilai tambah bagi siswa baru tanpa tekanan yang tidak perlu.
Tinggalkan Komentar
Komentar