Periskop.id - Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Suriadi menilai Sekolah Rakyat di Sumatra Utara mampu menekan angka kenakalan remaja. Ia menyebut program ini membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini tidak terjangkau layanan serupa.
Agus memaparkan, Sekolah Rakyat menghadirkan lingkungan belajar yang positif dan terstruktur, didukung beragam kegiatan ekstrakurikuler yang berdampak bagi perkembangan siswa. Ia menilai kombinasi itu menjadi kunci untuk mengalihkan anak-anak dari perilaku menyimpang.
"Sekolah Rakyat juga dapat berfungsi sebagai solusi untuk menekan tingkat kenakalan remaja," ujar Agus dikutip dari Antara, Senin (6/7).
Agus turut menyoroti keunggulan model asrama yang diterapkan Sekolah Rakyat dibanding sekolah reguler. Sistem tersebut, menurutnya, berpotensi mendorong mobilitas sosial yang lebih signifikan karena siswa mendapat pendampingan lebih intensif dari para pembina.
Tinggal di asrama juga berarti siswa memperoleh akses lebih luas terhadap fasilitas pendidikan, demikian diuraikannya.
"Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses belajar dan perkembangan pribadi siswa," ucapnya.
Agus juga menyinggung peran fasilitas pendidikan modern dan pembelajaran berbasis digital dalam mempersempit ketimpangan antara anak-anak dari keluarga tidak mampu dan yang berada.
Akses terhadap teknologi dan metode pembelajaran inovatif, menurutnya, berpotensi meningkatkan kompetensi siswa agar lebih siap bersaing di dunia kerja.
Sebagai konteks, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah membangun Sekolah Rakyat di lima wilayah, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Padangsidimpuan.
"Sehingga mampu mengalihkan perhatian anak-anak dari perilaku negatif, sekaligus membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial," pungkas Agus.
Tinggalkan Komentar
Komentar