Periskop.id - Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 menargetkan nilai transaksi ritel mencapai Rp16 triliun selama penyelenggaraan pada 10 Juni hingga 22 Juli 2026. Target tersebut naik dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai Rp15,5 triliun, sekaligus menjadi sinyal optimisme pelaku ritel terhadap pemulihan daya beli masyarakat Jakarta.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta menilai momentum Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta serta rangkaian menuju 5 abad ibu kota akan menjadi pendorong utama peningkatan aktivitas belanja masyarakat.
“Kami optimistis transaksi ritel selama penyelenggaraan FJGS 2026 dapat mencapai Rp16 triliun,” kata Pelaksana tugas (Plt) Ketua Festival Jakarta Great Sale 2026 Ellen Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5).
Festival tahunan yang mengusung tema “Jakarta Belanja Penuh Cerita” itu tidak hanya difokuskan pada promosi diskon besar-besaran, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi perkotaan melalui kolaborasi pusat perbelanjaan, pelaku usaha, UMKM, sektor perbankan, hingga pemerintah daerah.
Menurut Ellen, FJGS 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya Betawi di tengah perkembangan kota global dan arus modernisasi Jakarta. Selama lebih dari satu bulan penyelenggaraan, masyarakat akan disuguhi berbagai program promosi, mulai dari diskon hingga 70%, All Day Sale, Midnight Sale, hingga program undian berhadiah mobil listrik AION V Exclusive melalui aplikasi E-Shoppercard.
Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah berupa perhiasan emas dan berlian senilai total Rp50 juta serta voucher belanja senilai Rp150 juta untuk menarik minat konsumen.
“Mulai dari diskon hingga 70 %, All Day Sale, Midnight Sale, hingga program belanja berhadiah mobil listrik AION V Exclusive melalui aplikasi E-Shoppercard, perhiasan emas dan berlian total senilai Rp50 juta, serta voucher belanja total Rp150 juta,” kata Ellen.
Tak hanya berorientasi pada transaksi perdagangan, FJGS 2026 juga akan diramaikan berbagai kegiatan sosial dan budaya. Agenda tersebut meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pameran UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta, hingga pawai defile di Bundaran Hotel Indonesia dalam rangka menyambut 5 abad Jakarta.
Gandeng BTN
Pada penyelenggaraan tahun ini, APPBI DPD DKI Jakarta menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai sponsor utama kategori Bank Partner FJGS 2026. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, keterlibatan BTN dalam FJGS menjadi bagian dari upaya memperkuat transaksi digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta melalui sektor ritel.
“FJGS menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pusat perbelanjaan, perbankan, dan pemerintah daerah dalam membangun perputaran ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” kata Thomas.
BTN juga menyiapkan berbagai promo transaksi digital melalui aplikasi balé by BTN, seperti cashback, diskon di merchant pilihan, hingga program hadiah untuk nasabah. “Selama FJGS 2026, BTN menyiapkan berbagai promo khusus bagi pengguna aplikasi balé by BTN, mulai dari cashback transaksi, diskon belanja di merchant pilihan, hingga program hadiah menarik untuk meningkatkan antusiasme masyarakat bertransaksi secara digital,” ujar Thomas.
FJGS 2026 akan melibatkan ribuan outlet ritel yang tersebar di 104 pusat perbelanjaan anggota APPBI DPD DKI Jakarta. Festival tersebut dijadwalkan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 10 Juni 2026 di Central Park Mall 2 (CP2), Jakarta Barat.
Menjelang pembukaan resmi, APPBI DKI Jakarta juga akan menggelar Fun Tournament Badminton antar pusat perbelanjaan pada 2–3 Juni 2026 di Emporium Pluit Mall yang diikuti 35 mal anggota APPBI.
Peningkatan target transaksi FJGS terjadi di tengah upaya pemerintah dan pelaku usaha mendorong konsumsi domestik sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan porsi lebih dari 50% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Di sisi lain, Bank Indonesia sebelumnya juga mencatat indeks keyakinan konsumen pada awal 2026 masih berada di level optimistis, terutama ditopang oleh peningkatan aktivitas belanja masyarakat menjelang momentum libur panjang dan hari besar keagamaan.
Tren tersebut membuat pelaku industri ritel berharap FJGS 2026 mampu menjadi penggerak utama aktivitas perdagangan Jakarta, sekaligus mempercepat pemulihan sektor konsumsi perkotaan setelah beberapa tahun menghadapi tekanan perlambatan ekonomi global.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar