periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu 20 Mei 2026 terpantau bergerak di zona hijau.
Hal itu seiring pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V tahun Sidang 2025-2026. Ini merupakan pertama kalinya Kepala Negara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR, yang biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan.
Berdasarkan pantauan Periskop.id, IHSG menguat 0,195 ke level 6.382,93 saat berita ditulis. IHSG dibuka pada level 6.352,20 dan sempat turun di level 6.282,16 sebelum berbalik arah mencapai level tertinggi hari ini di 6.459,56.
Pada rapat paripurna DPR RI hari ini, Presiden Prabowo menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Selain paparan KEM-PPKF, rapat juga akan membahas laporan Badan Legislasi DPR RI terkait evaluasi perubahan kedua Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2026, yang akan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.
Agenda lainnya mencakup penyampaian pandangan fraksi-fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang usul inisiatif Komisi III mengenai perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pembahasan tersebut juga akan diakhiri dengan pengambilan keputusan untuk menetapkannya sebagai RUU usul DPR RI.
Selain pidato Presiden, investor tengah mengantisipasi hasil RDG Bank Indonesia yang akan diumumkan hari ini. Menurut konsensus, Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5%, dalam rangka untuk meredam pelemahan Rupiah. Sedangkan pertumbuhan kredit bulan April diperkirakan tumbuh 9.7% YoY dari 9.49% YoY di Maret 2026.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 6,370.68 atau turun 3,46% pada perdagangan Selasa (19/5). Pelemahan IHSG akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara.
Sejumlah komoditas yang dirumorkan akan diatur diantaranya batu bara, CPO hingga mineral logam. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan.
“Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level 6.400 dengan volume jual yang meningkat. Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi uji level support di 6.250-6.300,” ulas Tim Riset Phintraaco Sekuritas, Rabu (20/5).
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar