Periskop.id - Holding BUMN Pangan ID FOOD merealisasikan ekspor perdana udang vaname ke Amerika Serikat sebanyak enam kontainer dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer. Total volume pengiriman awal ini mencapai sekitar 102 ton.
Perusahaan menargetkan pengiriman rutin sebanyak delapan kontainer setiap bulan ke depannya. Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menyebutkan, ekspor perdana ini membuktikan produk perikanan dalam negeri punya potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar mancanegara.
"Ekspor perdana ini merupakan langkah strategis ID FOOD dalam mengembangkan pasar udang vaname. Melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, kami memastikan proses pembelian, pengolahan, penjualan, hingga pengapalan berjalan sesuai standar dan kebutuhan negara tujuan," kata Ghimoyo dalam siaran pers, dikutip Jumat (17/7).
Dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer, target delapan kontainer per bulan itu diproyeksikan menghasilkan total volume ekspor sekitar 136 ton udang vaname setiap bulannya.
Hingga akhir 2026, ID FOOD menargetkan ekspor sebanyak 72 kontainer dengan nilai sekitar Rp218,5 miliar. Target tersebut dirancang untuk menjaga konsistensi pasokan sekaligus memenuhi permintaan pasar global secara berkelanjutan.
Untuk pasar Amerika Serikat, pengiriman dilakukan melalui kerja sama dengan importir RCC dan Sterling Seafood Corporation. Selain AS, ID FOOD juga mengembangkan pemasaran udang vaname ke Brunei Darussalam, Vietnam, dan Jepang.
"Diversifikasi negara tujuan dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, serta menjaga kesinambungan bisnis ekspor produk perikanan," jelas Ghimoyo.
Produk yang dipasarkan ID FOOD terdiri atas kategori raw atau udang mentah dan cook atau udang matang. Variasinya mencakup Peeled Tail On (PTO), yakni udang kupas dengan ekor tetap utuh, serta Peeled and Deveined (PND), yaitu udang yang sudah dikupas, dibersihkan, dan dibuang urat punggungnya sehingga siap diolah.
Ghimoyo menambahkan, pengembangan ekspor ini tidak semata berorientasi pada peningkatan volume penjualan. Menurutnya, langkah ini juga diarahkan untuk membangun rantai pasok yang berkelanjutan, sejalan dengan fokus ID FOOD memperkuat lini bisnis perdagangan dan logistik pangan.
Koordinasi dengan pemasok, mitra pengolahan, serta pembeli terus diperkuat perusahaan untuk menjaga kualitas produk dan ketepatan pengiriman ke berbagai negara tujuan.
"Keberhasilan ekspor membutuhkan kolaborasi yang kuat dari hulu hingga hilir. ID FOOD mengambil peran dalam menghubungkan sumber pasokan agar komoditas pangan dalam negeri semakin berdaya saing. Ke depan, ID FOOD akan terus memperkuat pengelolaan rantai pasok, meningkatkan kapasitas dan kontinuitas pasokan, serta menjajaki peluang pasar baru," tandas Ghimoyo.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar