Periskop.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) terbaru untuk periode kedua Juli 2026. HBA kalori tinggi naik 4,16% menjadi US$131,85 per ton, dari sebelumnya US$126,58 per ton pada periode pertama Juli.

Penetapan HBA itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 285.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk periode kedua Juli 2026. Beleid tersebut diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Kepmen ESDM Nomor 80.K/MB.01/MEM.B/2025 mengatur, HBA dan harga mineral logam acuan (HMA) diterbitkan dua kali sebulan, yakni setiap tanggal 1 dan 15.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada batu bara kalori tinggi dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR. HBA batu bara kalori 4.100 kcal/kg GAR turut naik dari US$62,59 per ton menjadi US$63,25 per ton.

Batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR juga mencatatkan kenaikan, dari US$41,19 per ton menjadi US$45,08 per ton.

Berbeda dengan tiga jenis batu bara lainnya, HBA untuk kalori 5.300 kcal/kg GAR justru melemah tipis. Harganya turun dari US$90,94 per ton pada periode pertama Juli menjadi US$89,9 per ton pada periode kedua.

Selain batu bara, Kepmen ESDM 285.K/MB.01/MEM.B/2026 turut mengatur harga mineral logam acuan (HMA) untuk periode kedua Juli 2026. Berbeda dari tren batu bara, sebagian besar HMA justru terkoreksi.

HMA nikel turun cukup dalam, dari US$17.593,33 per dmt menjadi US$16.533,67 per dmt. HMA tembaga ikut melemah dari US$13.541,80 per dmt ke US$13.303,23 per dmt.

Pelemahan serupa terjadi pada aluminium, dari US$3.431,57 per dmt menjadi US$3.168,4 per dmt. HMA timbal turun dari US$1.949,87 per dmt menjadi US$1.872,13 per dmt, sementara HMA seng terkoreksi tipis dari US$3.534,6 per dmt menjadi US$3.529,7 per dmt.

Hanya kobalt yang mencatat kenaikan, meski tipis. Harganya naik dari US$55.854,00 per dmt menjadi US$55.863,67 per dmt pada periode kedua Juli 2026.

Penetapan HBA dan HMA dua kali sebulan ini menjadi acuan resmi bagi pelaku usaha pertambangan dalam transaksi jual beli komoditas batu bara dan mineral logam di dalam negeri, sebagaimana diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 80.K/MB.01/MEM.B/2025.