Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,25% atau 15,23 poin ke level 6.092,97 pada Jumat (17/7) pukul 09.01 WIB. Pelemahan ini seiring koreksi sejumlah saham big caps, di antaranya AMMN, BREN, MORA, hingga TPIA.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan, indeks komposit rawan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Menurutnya, pergerakan IHSG dibayangi sentimen negatif global menyusul kejatuhan sektor teknologi di Wall Street dan bursa Asia.
"IHSG berpotensi mengalami koreksi pada hari ini. Support IHSG di rentang 6.050 hingga 6.070, sedangkan area resistance di level 6.130 hingga 6.150," ujar Fanny Suherman, Jumat (17/7).
Padahal, pada perdagangan sebelumnya, Fanny menyebut IHSG sempat tampil impresif dengan ditutup menguat 1,1%. Penguatan itu disertai aksi beli bersih investor asing senilai Rp283 miliar, dengan sasaran utama pada saham BBCA, BMRI, ANTM, dan TPIA.
Pada awal perdagangan Jumat, indeks sempat menyentuh level terendah 6.091,44 sebelum bergerak ke posisi 6.119,64. Sebanyak 204 saham tercatat menguat, 174 saham terkoreksi, dan 260 saham stagnan, dengan kapitalisasi pasar berada di posisi Rp10.660,90 triliun.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatat penurunan terdalam di antara big caps, melemah 2,04% ke Rp3.840. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 0,86% menjadi Rp3.460, sementara PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) terkoreksi 0,78% ke Rp6.400.
Pelemahan juga menjalar ke saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang turun 0,70%, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 0,62%, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terkontraksi 0,52%.
Tekanan global menjadi biang keladi utama pelemahan pasar domestik. Dari Amerika Serikat, indeks Wall Street ditutup kompak melemah akibat aksi jual masif pada saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.
BNI Sekuritas mencatat Indeks S&P 500 terkoreksi 0,51%, Nasdaq Composite merosot 1,47%, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,20%. Tekanan itu dipicu lonjakan proyeksi belanja modal atau capex TSMC menjadi US$60 miliar hingga US$64 miliar yang direspons negatif pasar, ditambah penundaan peluncuran model kecerdasan buatan terbaru Alphabet, Gemini 3.5 Pro.
Sentimen serupa menjalar ke bursa Asia. Pasar saham Korea Selatan memimpin kejatuhan dengan indeks KOSPI anjlok hingga 6,4% setelah saham dua raksasa chip, SK Hynix dan Samsung Electronics, ambrol akibat keputusan Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Dengan rentang support di 6.050 hingga 6.070 dan resistance di 6.130 hingga 6.150, pergerakan IHSG hari ini masih akan bergantung pada sentimen lanjutan dari koreksi bursa global tersebut.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar