Periskop.id - Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan kapal khusus KN SAR Bhisma untuk mencari 13 penumpang perahu motor yang hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang diberangkatkan dari Pelabuhan Luwuk.
Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal menerangkan, operasi pencarian ini masuk hari kedua sejak insiden hilang kontak dilaporkan. Ia memaparkan kronologi keberangkatan kapal pencari maupun rombongan yang hilang kontak.
"Tim SAR gabungan diberangkatkan dari Pelabuhan Luwuk menuju perairan Teluk Tomini mencari para korban," kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal di Palu, Sabtu.
Rizal merinci, KN SAR Bhisma mengangkut 13 personel lengkap dengan perlengkapan SAR pendukung. Kapal ini berangkat dari Kabupaten Banggai pukul 09.40 Wita dan diperkirakan tiba di lokasi pencarian sekitar pukul 19.40 Wita.
Belasan penumpang yang hilang kontak itu diketahui berangkat dari Una-Una Dive Resort pada Jumat (24/7), menuju Pelabuhan Marisa, Provinsi Gorontalo. Perahu motor tersebut mengangkut 11 wisatawan asing dan dua nakhoda, berangkat sekitar pukul 07.30 Wita dengan estimasi tiba di tujuan pukul 11.00 Wita.
Waktu keberangkatan yang molor dari estimasi awal membuat pemandu wisata mulai waswas menjelang sore.
"Hingga pukul 15.00 Wita rombongan belum tiba, lalu pemandu wisata berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Gorontalo untuk melakukan pencarian," ujar Rizal.
Berdasarkan laporan tersebut, Kantor SAR Palu merespons dengan mengirim tim gabungan untuk membantu operasi pencarian pada hari kedua. Tim asal Sulawesi Tengah ini bergabung dengan tim rescue yang lebih dulu bergerak di lokasi.
Sebanyak 13 korban yang hilang kontak itu antara lain Ferdiansyah (29), Arif (27), Milan Kasik (55), Rani Permentier (30), Mathijs Sercu (29), dan Jelka Van Driesum (16). Turut menjadi bagian rombongan Hinke Van Deer (59), Roeland Van Driesum (61), Age Van Driesum (18), Matthias Prange (50), Celine Josette Menguy (52), Hector Fabio Prange (20), serta Ronny Josue Prange (13).
Rizal menyebutkan, tim gabungan yang diturunkan terdiri dari berbagai unsur demi mempercepat proses evakuasi.
"Tim gabungan kami berangkatkan membantu pencarian yakni personel Pos SAR Luwuk, personel KN SAR Bhisma dan personel Polairud Polres Banggai membawa alat komunikasi, peralatan medis dan peralatan evakuasi," kata Rizal.
Tinggalkan Komentar
Komentar