periskop.id - Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) parkir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin 20 April 2026. Saham BREN turun 0,38% ke level 6.600.

Berdasarkan pantauan Periskop, saham BREN dibuka pada level 6.600 dan bergerak di rentang 6.350-6.700. Dalam sepekan, saham BREN naik 7,76%.

Baru-baru ini, anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk, Star Energy Geothermal melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) meraih PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Penghargaan ini diberikan atas kinerja lingkungan yang dinilai melampaui kepatuhan serta kontribusi terhadap aspek sosial berkelanjutan. Namun, di tengah meningkatnya standar ESG di sektor energi, capaian ini kembali menimbulkan pertanyaan soal sejauh mana PROPER Emas benar-benar mencerminkan dampak lingkungan yang terukur, bukan sekadar penilaian administratif berbasis kepatuhan.

Hendra Soetjipto Tan, Presiden Direktur Barito Renewables dan Grup CEO Star Energy Geothermal, mengatakan perusahaan terus menekankan aspek keberlanjutan dalam operasionalnya.

“Star Energy Geothermal berkomitmen untuk menjalankan operasional bisnis yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Bukti nyata komitmen ini kembali terukir dalam penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kami akan terus melakukan inovasi untuk menjadikan operasional lebih efisien dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa, Senin (20/4).

Di level operasional, PLTP Wayang Windu di Pangalengan, Kabupaten Bandung menjadi aset yang menyumbang capaian PROPER Emas tersebut. Perusahaan mencatat sejumlah program efisiensi, termasuk WW Retro (retrofit cooling tower unit-1 dan unit-2) yang diklaim menghemat energi sebesar 31.622,4 GJ.

Selain itu, program PACE WW (pendinginan cerdas Wayang Windu) disebut mampu menurunkan emisi Gas Rumah Kaca hingga 1.756.687 ton CO₂ per tahun. Pada pengelolaan limbah, program 3R Limbah B3 melalui ASIS TURBO (Artificial Oil & Sweetening System berbasis MSA) diklaim berhasil mereduksi penggunaan oli bekas hingga 17,94 liter.

Namun, sejumlah klaim efisiensi dan penurunan emisi tersebut umumnya masih bertumpu pada laporan perusahaan dan mekanisme penilaian PROPER yang berbasis audit dan verifikasi terbatas.

Sementara itu, dua aset lain Star Energy Geothermal, yakni PLTP Salak di Sukabumi dan PLTP Darajat di Garut, masing-masing meraih PROPER Hijau.

Saat ini, ketiga aset geothermal Star Energy memiliki total kapasitas terpasang 926 MW, menjadikan PT Barito Renewables Energy Tbk sebagai salah satu pemain terbesar di sektor panas bumi nasional. Perusahaan menargetkan kapasitas mencapai 1 GW pada akhir 2026, ditambah 79 MW dari tenaga bayu.