periskop.id - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan serapan gabah setara beras pada tahun 2026 sebesar 4 juta ton, naik dari realisasi tahun 2025 lalu yang mencapai 3 juta ton. Target ini diyakini dapat tercapai seiring dengan meningkatnya produksi padi nasional.
“Kita target serap beras di tahun 2026 itu 4 juta ton. Itu target BULOG dan kita kolaborasi, kita kerja sama. Insyaallah ini tercapai. Kalau tercapai, akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (13/1).
Menurut Amran, peningkatan produksi menjadi modal utama untuk mencapai target tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Januari 2026, luas tanam Januari hingga Februari diperkirakan mencapai 1,55 juta hektare, dengan potensi produksi beras 4,78 juta ton.
“Artinya, insyaallah produksi tahun ini lebih besar daripada tahun lalu, asalkan tidak ada bencana atau hambatan,” tambah Amran.
Ia menekankan, pencapaian target serapan beras hanya bisa terlaksana melalui sinergi dan kerja satu komando antara Kementerian Pertanian, Bulog, Badan Pangan Nasional, dan seluruh pemangku kepentingan pangan nasional.
"Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu kuat, pengelolaan di tengah berjalan, dan penyerapan di hilir maksimal. Ini kunci menjaga swasembada sekaligus melangkah ke tahap berikutnya,” tegasnya.
Langkah ini bagian dari upaya pemerintah mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Senada, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memastikan program pangan berjalan on track dan berkelanjutan.
“Apa yang berhasil di 2025 akan kita jadikan autopilot, sekaligus capai hal-hal baru di 2026. Salah satu capaian besar tahun lalu adalah swasembada pangan, dan ini akan kita pertahankan,” ujar Sudaryono.
Sementara itu,Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan lembaganya menjalankan penugasan pemerintah, mulai dari penyerapan, pengolahan, hingga penyaluran beras secara optimal.
“Kami akan semaksimal mungkin mewujudkan cita-cita swasembada 2026 dan seterusnya. Sesuai tugas BULOG, penyerapan, pengolahan, dan penyaluran akan dijalankan seoptimal mungkin,” jelasnya.
Dengan produksi yang meningkat dan sinergi lintas sektor yang kuat, pemerintah optimistis target serapan 4 juta tondapat tercapai. Pencapaian ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Tinggalkan Komentar
Komentar