periskop.id - PT Superbank Indonesia Tbk (SUPA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahaan tercatat ke-26 pada tahun 2025, sekaligus emiten saham ke-956 di Bursa. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kristian Manullang mengapresiasi pencapaian SUPA yang menandai tonggak penting dalam perjalanan transformasi perseroan menuju bank yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"Keberhasilan melantai di pasar modal merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran manajemen dan karyawan perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan, memperluas kapasitas pembiayaan, serta meningkatkan peran perseroan dalam mendukung pertumbuhan sektor riil dan penguatan inklusi keuangan nasional," ucap Kristian dalam acara Pencatatan Perdana Saham PT Superbank Indonesia Tbk (SUPA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/12).

Menurut Kristian, dengan resmi berstatus sebagai perusahaan terbuka, PT Superbank Indonesia Tbk memasuki fase scaling up yang membuka berbagai peluang strategis. Di sisi lain, status ini juga membawa tanggung jawab yang lebih besar kepada publik, investor, serta seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai emiten baru, SUPA diharapkan mampu merealisasikan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum dan strategi pertumbuhan sebagaimana tercantum dalam prospektus secara konsisten, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Selain itu, peningkatan kinerja operasional harus terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko, serta pengembangan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah di era digital.

Selanjutnya, keterbukaan informasi menjadi pilar utama dalam perjalanan perseroan sebagai perusahaan terbuka. Oleh karena itu, transparansi yang tepat waktu, akurat, dan berkualitas diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya perusahaan.

"Perlindungan investor juga menjadi perhatian utama, dengan memastikan terpenuhinya hak-hak pemegang saham serta penerapan prinsip good corporate governance secara berkelanjutan," tambah dia.

Dalam menjalankan kegiatan usaha, SUPA juga diharapkan senantiasa memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sejalan dengan peran strategis sektor perbankan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kristian menegaskan BEI senantiasa menjadi mitra strategis perseroan dalam perjalanannya sebagai perusahaan terbuka dan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham, memperkuat kepercayaan publik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

"Dengan langkah ini, SUPA membuktikan kesiapannya untuk tumbuh lebih besar di pasar modal Indonesia dengan semangat Go Big, Go Public," pungkasnya.