periskop.id - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen roti massal terbesar dengan merek “Sari Roti”, menutup kuartal IV-2025 dengan lonjakan laba signifikan. Perseroan membukukan laba bersih 4Q25 sebesar Rp122 miliar, melesat 87,7% dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Perusahaan membukukan laba bersih 4Q25 sebesar Rp122 miliar yang melesat 87,7%," tulis manajemen ROTI dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (28/2).
Manajemen melaporkan kenaikan laba agresif ini sebagai penegasan efektivitas strategi operasional yang dijalankan perusahaan, mulai dari peningkatan produktivitas, pengelolaan bahan baku lebih efisien, hingga disiplin pengendalian biaya.
Pada saat yang sama, momentum liburan akhir tahun turut mendongkrak konsumsi masyarakat, terutama untuk produk roti dan kue, baik di kanal modern trade maupun general trade.
Dari sisi penjualan, perseroan mencatatkan pendapatan 4Q25 sebesar Rp1.015 miliar atau tumbuh 4,5% secara kuartalan (QoQ).
"Pertumbuhan top line yang tetap terjaga, dikombinasikan dengan efisiensi optimal, menghasilkan ekspansi margin signifikan pada periode ini," lanjut manajemen dalam laporannya.
Secara tahunan, di tengah tantangan pelemahan daya beli dan perubahan pola konsumsi, perseroan tetap menunjukkan daya tahan solid dengan membukukan penjualan Rp3.758 miliar, laba bersih Rp259 miliar, serta EBITDA Rp590 miliar sepanjang tahun buku 2025. Kinerja tersebut mencerminkan fundamental usaha yang kuat sekaligus kemampuan adaptasi teruji.
Ke depan, perseroan terus memperkuat strategi diversifikasi melalui enam unit bisnis strategis: Sari Roti, Sari Kue, Sari Choco, Indosari Food Solutions, serta lini Distribusi dan Ritel. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi menuju visi “Growth BEYOND Bread”, untuk memperluas sumber pertumbuhan dan memperkokoh posisi sebagai pemimpin pasar roti massal di Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar