periskop.id - Direktur Head of Investment Banking Semesta Indovest Sekuritas, Kerry Rusli, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini yang cenderung fluktuatif masih berada dalam pola siklus berulang, sehingga peluang untuk kembali menguat atau rebound ke zona hijau tetap terbuka. Pada penutupan perdagangan Jumat, 10 April 2026, IHSG ditutup menguat di level 7.458,496, naik 150,907 poin atau 2,07%.

“Siklus (IHSG naik dan turun) selalu akan terulang. Kalau menurut saya pribadi, siklus itu akan selalu terjadi,” ujar Kerry kepada media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/4).

Optimisme tersebut muncul di tengah perhatian pelaku pasar terhadap potensi keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada bulan Mei mendatang yang kerap menjadi sentimen penting bagi arus modal asing. Menurutnya, jika status Indonesia tetap bertahan dalam kategori emerging market, maka kepercayaan investor global dinilai akan tetap terjaga dan menopang pergerakan IHSG.

“Ya, kita sama-sama berharap yang terbaik dari pengumuman MSCI nanti di bulan Mei. Saya cukup yakin, kita tidak akan di-drop dan tetap di level emerging market,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kerry juga menyoroti bahwa arah pasar keuangan domestik saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya konflik geopolitik dan dinamika global. Tekanan tersebut tercermin pada pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat berada di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat.

“Kalau dari kacamata saya melihat nilai mata uang dolar ini, saya rasa salah satunya pasti dipengaruhi oleh perang. Perang itu kan pasti ada dampaknya ke sana juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketidakpastian global akibat konflik berkepanjangan menjadi salah satu pendorong penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang, termasuk rupiah. Namun demikian, ia melihat kondisi tersebut bersifat sementara dan berpotensi berbalik arah seiring meredanya tensi geopolitik.

“Jadi menurut saya, ujung-ujungnya kalau perang ini sudah terselesaikan, otomatis dolar akan terkoreksi sendiri dan rupiah akan terapresiasi. Rupiah saat ini mungkin akan tetap bergerak di angka sekitarnya,” ungkap Kerry.