periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperluas transparansi pasar modal. Mulai Selasa (3/3), masyarakat kini dapat mengakses data kepemilikan saham perusahaan tercatat hingga batas minimal 1%.

Data terbaru tersebut turut menyoroti kepemilikan saham Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Ia tercatat memegang saham di emiten PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebanyak 251.617.003 lembar atau setara 1,03%.

Nama Trenggono muncul dalam daftar pemegang saham MDKA yang sebagian besar juga dihuni oleh konglomerat Garibaldi Thohir atau yang lebih dikenal sebagai Boy Thohir.

Melansir data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026, Boy Thohir menggenggam saham di sejumlah emiten besar. Posisi tersebut menegaskan perannya sebagai salah satu konglomerat berpengaruh di pasar modal Indonesia.

Di Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), Boy mengempit 2.465.846.700 lembar saham atau setara 34,68%. Sementara di Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), ia memegang 3.130.434.288 saham atau sekitar 19,90%.

Selain itu, kepemilikannya juga tercatat di Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) sebanyak 2.505.856.634 saham atau 14,55%, serta di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebanyak 1.826.062.554 saham atau setara 7,46%.

Jejaring investasi kakak kandung Erick Thohir tersebut juga meluas ke sektor energi dan sumber daya. Ia menggenggam 1.976.632.710 saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) atau 6,73%, serta mengempit 454.011.607 saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) atau 5,83%.

Tak ketinggalan, Boy juga tercatat memegang 2.440.854.681 lembar saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) atau setara 2,26%.