periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini membuka tirai kepemilikan saham publik dengan menampilkan data investor yang menguasai lebih dari 1% saham emiten. Kebijakan ini memberi gambaran yang lebih jelas mengenai siapa saja pihak yang memiliki pengaruh signifikan di pasar modal Indonesia.
Langkah keterbukaan tersebut membuat peta kekuatan investor di bursa mulai terlihat lebih terang. Dari data yang dipublikasikan, sejumlah nama besar langsung mencuri perhatian karena tercatat memiliki porsi saham yang cukup besar di beberapa perusahaan terbuka.
Salah satu sosok yang menonjol adalah Anthoni Salim. Konglomerat yang dikenal sebagai pemimpin Grup Salim itu tercatat memiliki kepemilikan di sejumlah emiten besar lintas sektor, mulai dari perbankan, teknologi hingga media.
Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, Anthoni Salim memegang 1,15% saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jumlah mencapai 1.416.306.835 lembar saham. Kepemilikan ini menempatkannya sebagai salah satu investor publik dengan porsi signifikan di bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.
Tak hanya di sektor perbankan, Anthoni juga memiliki posisi kuat di sektor pusat data dan teknologi. Ia tercatat menguasai 11,12% saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) atau setara 265.033.461 lembar saham, sebuah porsi yang menunjukkan pengaruh besar dalam emiten pusat data tersebut.
Jejak investasi Anthoni di sektor digital dan media juga terlihat cukup dominan. Ia memiliki 3.588.278.023 lembar saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) atau sekitar 25,30%, serta 5.510.302.220 lembar saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang setara dengan 8,97%.
Di sisi lain, nama Happy Hapsoro juga muncul sebagai investor dengan kepemilikan signifikan di sejumlah emiten. Pengusaha yang dikenal aktif di berbagai sektor ini tercatat memegang saham besar di perusahaan energi, infrastruktur, hingga properti.
Happy Hapsoro tercatat memiliki 1.163.236.100 lembar saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) atau 27,52%, kemudian 1.937.224.659 lembar saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) setara 19,68%, serta 234.178.350 lembar saham PT Pakuan Tbk (UANG) atau 19,35%.
Selain itu, ia juga memegang 43.290.000 lembar saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) atau sekitar 9%, serta 59.605.000 lembar saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dengan kepemilikan sebesar 2,04%.
Tinggalkan Komentar
Komentar