periskop.id - Nama Prajogo Pangestu kini resmi menempati posisi puncak sebagai orang terkaya di Indonesia, menyalip dominasi Hartono Bersaudara yang telah bertahun-tahun berada di posisi teratas.
Berdasarkan data Forbes: The World’s Real-Time Billionaires per 10 April 2026, kekayaan Prajogo Pangestu tercatat mencapai US$24,1 miliar atau setara atau setara sekitar Rp412,2 triliun (asumsi kurs Rp17.105,50 per dolar AS). Angka tersebut melonjak sekitar US$2,5 miliar (11,78%)dalam waktu singkat, mendorong posisinya ke peringkat 107 orang terkaya dunia.
Di bawah posisi Prajogo Pangestu, ditempati oleh R. Budi Hartono dengan kekayaan sekitar US$17,8 miliar. Sumber utama kekayaannya berasal dari bisnis perbankan dan rokok melalui Grup Djarum serta kepemilikan di Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Selanjutnya, Low Tuck Kwong berada di jajaran berikutnya dengan kekayaan sekitar US$17,6 miliar, yang sebagian besar berasal dari bisnis batu bara melalui Bayan Resources Tbk (BYAN).
Sementara itu, Anthoni Salim juga masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia dengan estimasi kekayaan sekitar US$11,9 miliar, didukung oleh bisnis yang terdiversifikasi mulai dari pangan hingga infrastruktur. Tak ketinggalan, Tahir bersama keluarganya juga masuk dalam daftar ini dengan kekayaan sekitar US$9,9 miliar, yang berasal dari bisnis terdiversifikasi, mulai dari perbankan hingga properti.
Dari Bisnis Kayu ke Raksasa Energi
Prajogo Pangestu memulai kariernya dari bisnis kayu pada akhir 1970-an. Perusahaan miliknya, Barito Pacific Timber, melantai di bursa pada 1993 sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan fokus bisnis yang lebih luas.
Langkah strategis penting dilakukan pada 2007 ketika Barito Pacific mengakuisisi 70% saham Chandra Asri, perusahaan petrokimia yang kini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dan tercatat di Bursa dengan kode TPIA.
Langkah ekspansi bisnis Prajogo Pangestu semakin agresif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, ia membawa perusahaan batu bara, Petrindo Jaya Kreasi melantai di bursa dengan kode saham CUAN.
Tak berhenti di situ, Prajogo juga mendorong pencatatan Barito Renewables Energy (BREN) serta Chandra Daya Investasi (CDIA) di Bursa Efek Indonesia. Langkah ini menandai upaya memperluas portofolio ke sektor energi terbarukan sekaligus memperkuat ekosistem bisnis grupnya secara terintegrasi.
Kinerja Saham
Sejumlah saham emiten milik Prajogo Pangestu ditutup bervariasi pada perdagangan hari ini. Barito Pacific (BRPT) menguat 4,04% ke level 1.930, meski secara year to date (YTD) masih terkoreksi 39,50%.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan 18,27% ke level 6.159, namun tetap mencatatkan pelemahan YTD sebesar 13,68%.
Sementara itu, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) naik 4,72% ke 1.330, tetapi masih turun 41,92% secara YTD. Barito Renewables Energy (BREN) turut menguat 3,07% ke 5.875 dengan koreksi YTD 39,28%.
Adapun Chandra Daya Investasi (CDIA) naik 2% ke 1.020, meski secara YTD masih melemah 40,52%.
Tinggalkan Komentar
Komentar