periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan fitur mode syariah di aplikasi IDX Mobile, membuka akses investasi syariah bagi semua kalangan, tidak terbatas pada keyakinan agama tertentu.

Langkah ini bertujuan mendorong pertumbuhan pasar modal syariah yang lebih cepat sekaligus menanamkan prinsip keberkahan, tanggung jawab, dan keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan nilai-nilai investasi syariah bersifat universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja yang ingin berinvestasi dengan manajemen risiko yang lebih baik.

"Inklusivitas pasar modal syariah tidak terbatas kepada keyakinan atau agama tertentu, tetapi inklusivitasnya itu bisa kepada setiap kalangan yang mau berinvestasi dengan prinsip manajemen risiko yang jauh lebih baik," ucap Jeffrey dalam agenda peluncuran IDX Mobile Syariah di Gedung BEI, Senin (9/3).

Ia menuturkan IDX Mobile Syariah hadir dengan berbagai fitur edukasi dan simulasi transaksi, termasuk informasi saham syariah, fatwa, dan regulasi, yang memudahkan masyarakat untuk belajar dan berlatih sebelum membuka rekening efek. Fitur ini mendukung inklusivitas pasar modal, memperluas kesempatan investasi syariah ke seluruh lapisan masyarakat,

"Kita sama-sama mengingat bahwa investasi itu tidak hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun keberkahan, tanggung jawab, dan keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi bangsa," terangnya

Dengan peluncuran mode syariah ini, BEI berharap pasar modal syariah Indonesia tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas, sekaligus memperkuat ekosistem investasi nasional yang sehat.

"Semoga inovasi yang kami perkenalkan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekosistem pasar modal syariah Indonesia," tutup Jeffrey