periskop.id - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menorehkan kinerja impresif sepanjang tahun buku 2025. Emiten jasa kepelabuhanan yang tergabung dalam ekosistem Pelindo Group ini mencatat pertumbuhan pendapatan yang solid sekaligus lonjakan laba bersih yang signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja, bagian dari jaringan global Ernst & Young. IPCM membukukan pendapatan sebesar Rp1,47 triliun pada 2025, tumbuh 9,65% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,34 triliun.
Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan melonjak 17,74% menjadi Rp196,44 miliar dari Rp166,84 miliar, menegaskan keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan kinerja operasional serta menjaga efisiensi biaya.
Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat kualitas layanan maritim, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas kolaborasi strategis di sektor kepelabuhanan nasional.
"Pertumbuhan kinerja IPCM pada tahun 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan serta komitmen kami dalam memberikan layanan maritim yang andal dan berdaya saing. Ke depan, IPCM akan terus memperkuat sinergi dalam ekosistem Pelindo Group serta mengembangkan peluang bisnis baru guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujar Shanti dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3).
Lebih lanjut ia memaparkan pertumbuhan tersebut ditopang oleh lini bisnis utama, khususnya jasa penundaan kapal yang menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,32 triliun atau 89,51% dari total pendapatan.
Sementara itu, jasa pemanduan menyumbang Rp105,07 miliar atau 7,12%, dan sisanya berasal dari jasa pengangkutan serta layanan lainnya sebesar Rp49,67 miliar atau 3,37%, memperlihatkan dominasi kuat layanan inti IPCM dalam menopang kinerja perusahaan.
Dari sisi fundamental, IPCM juga menunjukkan penguatan yang konsisten dengan total aset meningkat 3,91% menjadi Rp1,71 triliun dan total ekuitas tumbuh 5,48% menjadi Rp1,36 triliun pada akhir 2025.
Optimisme IPCM turut diperkuat oleh langkah ekspansi melalui kemitraan strategis. Sepanjang 2025, perseroan melanjutkan kerja sama dengan PT Pelabuhan Bukit Prima dan PT Nusantara Regas dalam penyediaan jasa penundaan dan pemanduan kapal di fasilitas Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus), termasuk fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), yang menjadi bukti kepercayaan berkelanjutan mitra industri terhadap kualitas layanan IPCM.
Di tengah dinamika geopolitik global, IPCM tetap fokus menjaga momentum pertumbuhan melalui optimalisasi armada, penguatan layanan di wilayah strategis, serta pengembangan inovasi layanan berbasis kebutuhan pelanggan. Strategi ini diarahkan untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar