periskop.id - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan kinerja awal tahun yang positif. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 67 juta pada kuartal I 2026, didorong oleh peningkatan produksi serta kontribusi signifikan dari entitas asosiasi di sektor pertambangan, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Berdasarkan laporan kinerja keuangan perseroan, pendapatan MedcoEnergi melonjak 19% secara tahunan (YoY) menjadi AS$ 668 juta. Peningkatan ini dipicu oleh volume produksi Minyak & Gas yang lebih tinggi, terutama dari tambahan partisipasi di Blok Corridor serta kontribusi produksi baru dari lapangan Forel dan Terubuk.
CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak dunia turut memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.
"Kami dengan bangga melaporkan awal tahun 2026 yang baik, dengan peningkatan EBITDA dan Laba Bersih yang didukung oleh kenaikan produksi, serta kontribusi yang semakin membaik dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan kami. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak meningkat pada Maret, yang memberikan dampak positif bagi penjualan likuid dan gas ekspor kami," kata Roberto dalam keterangan resminya, dikutip Senin (11/5).
Kinerja Operasional dan Harga Realisasi Minyak
Sepanjang kuartal pertama 2026, EBITDA perusahaan tercatat sebesar AS$ 351 juta. Harga minyak rata-rata terealisasi naik menjadi AS$ 75 per barel dibandingkan AS$ 63 per barel pada kuartal sebelumnya. Bahkan, harga realisasi pada Maret sempat menyentuh level AS$ 94 per barel akibat faktor geopolitik.
Dari sisi operasional, MedcoEnergi mencatat produksi minyak dan gas sebesar 169 mboepd dengan biaya produksi yang tetap terjaga di level AS$ 9,0 per boe. Sementara itu, penjualan di sektor ketenagalistrikan mencapai 1.053 GWh. Untuk mendukung ekspansi, perusahaan mengalokasikan belanja modal (Capex) sebesar AS$ 90 juta, di mana mayoritas atau AS$ 88 juta digunakan untuk pengembangan sektor migas.
Kontribusi Positif Amman Mineral (AMMN)
Kinerja laba bersih MEDC tidak terlepas dari performa solid PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Pada periode yang sama, AMMN berhasil membalikkan kondisi dari rugi bersih menjadi laba bersih sebesar US$ 163 juta. Penjualan bersih AMMN mencapai US$ 808 juta, yang didukung oleh kemampuan perusahaan mengekspor konsentrat dan ramp-up operasional smelter yang stabil.
Hingga 31 Maret 2026, MedcoEnergi menjaga posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar AS$ 598 juta. Disiplin keuangan tetap dipertahankan dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di level stabil 1,7x. Perusahaan juga mempertahankan peringkat kredit idAA- dari Pefindo serta peringkat internasional dari Fitch, S&P, dan Moody's.
Tinggalkan Komentar
Komentar