periskop.id - Kinerja solid kembali ditorehkan Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sepanjang tahun buku 2025. Di tengah dinamika sektor energi terbarukan, khususnya tekanan pada segmen pembangkit angin.

Perseroan justru mampu menjaga momentum pertumbuhan dan berhasil mengantongi laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta Hal tersebut dengan mengandalkan kekuatan utama pada portofolio panas bumi yang stabil dan efisien.

“Kami dengan senang hati melaporkan kembali kinerja yang solid pada tahun 2025, didukung oleh kontribusi yang kuat dan konsisten dari portofolio panas bumi kami. Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami," ucap CEO Barito Renewables Energy  Hendra Soetjipto Tan dalam keterangannya dikutip Rabu (25/3).

Hendra menuturkan meskipun segmen angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun lalu, aset panas bumi justru menghasilkan produksi listrik yang stabil dan menjadi penopang utama kinerja Perseroan secara keseluruhan.

"Hal tersebut didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang yang kami lakukan, Perseroan berhasil mencatatkan margin yang lebih kuat dan peningkatan profitabilitas. Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami," sambungnya.

Adapun konsolidasian tercatat mencapai US$605 juta, tumbuh tipis 1,4% secara tahunan. Angka ini mencerminkan daya tahan bisnis Perseroan, terutama dari kontribusi konsisten pembangkit panas bumi serta tambahan kapasitas dari Unit Binary Salak.

Meski demikian, kinerja segmen angin yang melemah menjadi penahan laju pertumbuhan secara keseluruhan. Di sisi profitabilitas, BREN menunjukkan peningkatan yang lebih tajam. Laba bersih setelah pajak naik 6,5% menjadi US$165 juta, didorong oleh kombinasi efisiensi operasional dan keberhasilan strategi optimalisasi utang yang menekan beban bunga secara signifikan. EBITDA tercatat sebesar US$518 juta dengan margin tinggi di level 85,6%, menegaskan disiplin biaya yang konsisten.

Secara operasional, tahun 2025 menjadi periode penting bagi ekspansi panas bumi Perseroan. Penyelesaian proyek retrofit Salak pada kuartal ketiga menambah kapasitas 7,7 MW melampaui ekspektasi awal sementara total kapasitas terpasang panas bumi mencapai 910 MW hingga akhir tahun. Tak hanya itu, keberhasilan eksplorasi di prospek Hamiding membuka potensi tambahan hingga 60 MW, memperkuat peta jalan ekspansi jangka panjang.

Fundamental keuangan juga menunjukkan perbaikan yang sehat. Total aset meningkat menjadi US$3,87 miliar, sementara liabilitas turun ke US$2,98 miliar. Rasio utang terhadap ekuitas membaik ke level 2,36x, mencerminkan struktur permodalan yang semakin solid dan terkendali.
Memasuki 2026, Perseroan mengarahkan fokus pada pengembangan proyek strategis, termasuk Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang ditargetkan mulai beroperasi komersial pada akhir tahun.

Dengan tambahan kapasitas tersebut, total kapasitas panas bumi BREN diproyeksikan melampaui 1 GW sebuah tonggak penting yang akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia.