periskop.id - Manajemen PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) guna menghimpun pendanaan dari publik. Perusahaan logistik ini bersiap melepas 1,8 miliar lembar saham baru setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Menyampaikan keterangan resminya pada Rabu (25/3), manajemen membeberkan kelengkapan dokumen pendaftaran aksi korporasi tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "PT BSA Logistics Indonesia Tbk telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham ini kepada OJK," tulis manajemen.
WBSA menetapkan rentang harga penawaran awal di level Rp150 hingga Rp170 per lembar saham.
Penetapan harga patokan ini membuka potensi penghimpunan dana segar secara signifikan bagi perseroan.
Perusahaan berpeluang meraup tambahan modal maksimal mencapai Rp306 miliar dari pasar modal.
Dana segar ini rencananya mengalir untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendorong laju pertumbuhan bisnis nasional.
Dua perusahaan sekuritas ternama resmi bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas siap mengawal penuh jalannya proses penawaran umum.
Masa penawaran awal dijadwalkan berlangsung selama periode 25 hingga 27 Maret.
Tahapan berlanjut ke masa penawaran umum publik pada 1 sampai 8 April mendatang.
Pencatatan perdana saham WBSA di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia diagendakan jatuh pada 10 April.
Struktur kepemilikan saham WBSA sebelum fase IPO tercatat masih sangat terkonsentrasi.
Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd bertindak sebagai pemegang saham mayoritas absolut dengan porsi penguasaan 99,69%.
Sisa kepemilikan saham sebesar 0,31% secara utuh digenggam oleh PT Permata Gandaria Indah.
Kendali operasional perusahaan berada di bawah komando Komisaris Utama Andree dan Direktur Utama Edwin Wibowo.
Entitas bisnis di wilayah Jakarta Timur ini tercatat mengantongi akta pendirian perseroan terbatas pada 19 Maret.
Fokus utama lini usaha WBSA terletak pada penyediaan layanan jasa angkutan multimoda antar pulau.
Layanan logistik ini secara spesifik mengombinasikan armada transportasi darat dan laut dalam satu kontrak pengangkutan terpadu.
Tinggalkan Komentar
Komentar