periskop.id - Pergerakan pasar saham Indonesia pasca libur panjang Lebaran menghadirkan kejutan yang cukup menyenangkan. Alih-alih tertekan akibat akumulasi sentimen global dan domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru tampil solid di hari pertama perdagangan Rabu,25 Maret 2026 dengan lonjakan signifikan. IHSG berhasil menguat 195,28 poin atau naik 2,75% dan ditutup di level 7.302,12 sebuah capaian yang memberi napas optimisme bagi pelaku pasar.
Namun,sayangnya di hari kedua perdagangan usai libur lebaran. IHSG dibuka melemah 0,25% atau terpangkas 18,53 poin ke level 7.283,58. Hingga pukul 12.12 IHSG terpantau melemah 83,52 poin atau terkoreksi 1,14% ke level 7.218,61.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menuturkan kondisi ini memang tidak sepenuhnya ditopang oleh aliran dana asing yang besar. Tercatat, investor asing hanya membukukan pembelian bersih sekitar Rp103,12 miliar. Meski demikian, aksi beli tersebut terfokus pada saham-saham dengan nilai transaksi jumbo, seperti AADI, ASII, PTBA, TLKM, ITMG, ADRO, dan BRMS, yang masing-masing mencatatkan nilai transaksi di atas Rp100 miliar.
"Bisa dibilang cukup beruntung untuk tidak perlu adjusting ke arah pelemahan di hari pertama buka market setelah libur panjang Lebaran , melainkan sukses mencatatkan kenaikan," tulis Liza dalam risetnya Kamis (26/3)
Di sisi lain, dirinya mengklaim tekanan justru terlihat pada saham-saham perbankan dan komoditas tertentu. Nama-nama besar seperti BBRI, BBCA, BBNI, dan ANTM tercatat mengalami aksi jual dalam jumlah signifikan oleh investor asing.
Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan kekhawatiran terhadap nilai tukar rupiah yang masih rentan melemah ke kisaran Rp17.000 per dolar AS, ditambah dengan tren kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang terus mendekati level 7%. Kombinasi faktor makro tersebut membuat investor global cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di aset berisiko.
Namun demikian, secara teknikal, penguatan IHSG saat ini masih berada dalam fase technical rebound. Namun, perjalanan untuk melanjutkan tren kenaikan tidak akan mudah. Tantangan terdekat berada di area resistance MA10 di kisaran 7.340.
"Posisi technical rebound IHSG akan hadapi tantangan berarti hari ini pada Resistance MA10 / 7340 yang akan sangat menentukan apakah bullish power masih memadai untuk naik lagi menuju target berikutnya," lanjut Liza
Level ini kata Liza akan menjadi penentu krusial apakah tenaga bullish masih cukup kuat untuk mendorong indeks melanjutkan reli menuju target berikutnya di area 7.530. Jika mampu ditembus dengan volume yang solid, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka lebar.
Dalam kondisi pasar seperti ini, strategi menjadi kunci utama. Riset dari Kiwoom menyarankan pelaku pasar untuk mulai melakukan average up secara selektif, tentunya dengan perhitungan matang dan disiplin dalam manajemen risiko. Pendekatan ini dinilai relevan untuk memaksimalkan momentum kenaikan tanpa mengabaikan potensi koreksi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Sejumlah saham pun masuk dalam radar trading jangka pendek. ARKO menjadi salah satu kandidat menarik dengan area beli di kisaran 6.850 hingga 7.100, dan potensi kenaikan menuju 7.400 sampai 7.700. Sementara itu, BULL menawarkan peluang di rentang 356 hingga 368 dengan target 384 hingga 398.
RAJA juga tak kalah menarik untuk dicermati, dengan area masuk di 3.820 hingga 3.950 dan potensi menuju 4.110 sampai 4.270. Adapun WIFI berada dalam kisaran beli 2.130 hingga 2.200, dengan target kenaikan di 2.290 hingga 2.380.
Meski peluang terbuka, disiplin tetap menjadi fondasi utama.
Tinggalkan Komentar
Komentar