periskop.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau bank BNI (BBNI) akan melakukan pembayaran dividen tunai untuk tahun buku 2025 setelah periode Lebaran 2026, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai optimal bagi pemegang saham.
"Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025, BBNI menetapkan besaran dividen sebesar Rp349,41 per saham, atau dengan total sekitar Rp13,02 triliun," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Rabu (25/3)
Manajemen mengungkapkan hal tersebut mencerminkan strategi perusahaan untuk tetap konsisten memberikan imbal hasil yang menarik sekaligus menjaga kesehatan permodalan. Keputusan ini mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 9 Maret 2026, di mana pemegang saham menyetujui alokasi dividen tunai sebesar 65% dari laba bersih konsolidasian 2025.
Sementara itu, 35% sisanya dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi dan penguatan modal di masa mendatang. Adapun, jadwal pembayaran dividen BBNI ditetapkan pada 7 April 2026, tepat setelah periode Lebaran, dan menjadi momen penting bagi para investor yang menantikan kepastian return atas investasi mereka.
Sebagaimana diketahui, BBNI dikenal sebagai salah satu bank yang konsisten membagikan dividen besar, menjadikan perusahaan ini pilihan strategis bagi investor yang mengutamakan kombinasi antara dividen reguler dan potensi pertumbuhan saham jangka panjang.
Selain itu, bagi investor, pergerakan saham BBNI menjadi sorotan karena konsistensi pembagian dividen, fundamental perusahaan yang kuat, serta target harga saham yang menunjukkan potensi return signifikan. Dengan performa yang stabil, strategi dividen yang terukur, dan fokus pada penguatan modal.
BBNI sekaligus menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya menjaga keuntungan pemegang saham, tetapi juga memastikan kapasitas perusahaan tetap kokoh untuk menghadapi tantangan dan peluang bisnis ke depan. Bagi para investor, momentum pembayaran dividen ini menjadi indikator penting dalam memantau arah kinerja perusahaan serta potensi pengembalian investasi yang menjanjikan.
Tinggalkan Komentar
Komentar