periskop.id - Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid membantah keberangkatan umrah mereka akhir 2025 bersifat gratis. Pasangan selebritas itu mengklaim telah mengeluarkan biaya hampir Rp170 juta untuk perjalanan umrah bersama Hanania Travel.

Klarifikasi tersebut disampaikan kuasa hukum keduanya, Sangun Ragahdo, usai Thariq dan Aaliyah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan umrah PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group. Sangun menerangkan, kliennya berkali-kali menolak tawaran kerja sama yang bersifat free penuh.

Advertisement

"Saya melihat ada yang bilang ternyata selama ini Thariq dan Aaliyah umroh ini gak bayar. Oh gak. Justru yang kemarin itu, yang udah berapa kali di-approach mereka nggak mau karena mereka mau bayar gitu lo," kata Sangun Ragahdo di Polda Metro Jaya, Rabu (10/6).

Sangun merinci, delapan orang masuk dalam rombongan Thariq. Hanya sebagian kecil, yakni Thariq, Aaliyah, dan Arash, yang tercakup dalam skema benefit kerja sama. Selebihnya, ayah satu anak itu menanggung sendiri biaya keberangkatan anggota keluarga dan tim lainnya.

"Pembayaran dari Thariq pun ini gak sedikit. Kita telah membayar kepada Hanania ini itu mencapai hampir Rp170 juta, Rp160 juta sekian, itu di luar biaya-biaya untuk di sana untuk makan, bayar mutawif dan lain sebagainya," beber Sangun Ragahdo.

Skema kerja sama itu, menurut Sangun, merupakan bentuk barter jasa. Thariq dan Aaliyah berkewajiban mempromosikan Hanania di media sosial sebagai kompensasi atas sebagian fasilitas yang mereka terima. Namun, biaya untuk rombongan tambahan tetap dibayar secara profesional.

"Thariq ini diberikan benefit ya dalam tanda kutip ya Thariq dan Aaliyah ya, mendapatkan benefit itu adalah untuk diberangkatkan untuk Thariq, Aaliyah, dan Arash," terang Sangun Ragahdo.

Guna memperkuat klarifikasi tersebut, tim hukum Thariq telah menyerahkan bukti fisik berupa dokumen transfer dan invoice pembayaran kepada penyidik.

"Tadi sudah kami berikan semua buktinya dan semua sudah dicatat dimasukkan ke BAP juga," tegasnya.

Di sela pemeriksaan, Thariq turut menyuarakan empati terhadap ribuan jemaah yang menjadi korban penggelapan dana oleh Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan. Ia menilai kerugian materi yang ia alami tidak sebanding dengan penderitaan para korban.

Kasus Hanania Group kini terus disidik dengan fokus pada aliran dana marketing perusahaan yang menyeret banyak nama selebritas. Thariq dan Aaliyah menyatakan siap mendukung proses hukum agar para jemaah yang dirugikan bisa mendapatkan kembali hak mereka.

"Nggak ada sebanding lah dengan kerugian para korban yang ada," ucap Thariq Halilintar.