periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak variatif dengan peluang rebound terbatas pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Meski berpotensi menguat secara jangka pendek, pergerakan indeks masih dibayangi tekanan dan rawan melanjutkan koreksi.

Secara teknikal IHSG memiliki peluang mengalami penguatan terbatas dalam jangka pendek.

“IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 7.070–7.130, tapi gunakan untuk sell on high karena IHSG masih rentan kembali koreksi,” ulas Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya, Senin (11/5).

Level teknikal IHSG pada perdagangan hari ini diproyeksikan berada di area support 6.650–6.850, dengan batas atas (resistance) di kisaran 7.070–7.130.

Sejumlah saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI), Mitra Adiperkasa (MAPI), Merdeka Copper Gold (MDKA), Ratu Prabu Energi (RATU), serta CDIA dengan strategi perdagangan yang disesuaikan dengan level teknikal masing-masing saham.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah signifikan pada perdagangan terakhir. IHSG Jumat (8/5) ditutup turun 2,86%, disertai dengan net sell asing sekitar Rp485 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BUMI, BREN, ADRO, dan DSSA,” tulis Fanny Suherman.

Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat di S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup menguat dan mencetak rekor tertinggi, didorong oleh optimisme terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Nvidia serta kuatnya data tenaga kerja AS. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%.

Namun demikian, mayoritas Bursa Asia kompak turun dari rekor tertinggi pada Jumat (8/5), disebabkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kembali memunculkan kekhawatiran, menguji ketahanan rally pasar saham baru-baru ini.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,19%, dan Topix melemah 0,29%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,11%, dan Kosdaq menguat 0,71%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,87%, Taiex Taiwan turun 0,79%, CSI 300 China melemah 0,58% dan ASX Australia 200 turun 1,51%. 

Selain itu, Straits Times menurun 0,41% dan FTSE Malaysia berkurang 0,61%. Di sisi lain, komando pasukan AS mengatakan, serangan Iran terhadap kapal perusak Angkatan Laut AS saat mereka berlayar di Selat Hormuz telah menimbulkan protes.