periskop.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk memastikan tidak ada perubahan susunan manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Keputusan ini menegaskan keberlanjutan kepemimpinan Perseroan di tengah proses pemulihan kinerja dan restrukturisasi yang masih berjalan.

RUPST yang digelar di Gedung Waskita Karya, Jakarta, pada 8 Mei 2026 tersebut membahas enam agenda utama, termasuk persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian. Dalam rapat tersebut, pemegang saham memutuskan mempertahankan susunan direksi dan dewan komisaris yang ada saat ini.

Dengan tidak adanya perubahan struktur manajemen, Waskita menilai arah transformasi yang telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir masih relevan untuk dilanjutkan. Langkah ini sekaligus memberi sinyal stabilitas kepemimpinan dalam mengawal strategi penyehatan perusahaan.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, sejak 2023 perusahaan telah menjalankan restrukturisasi baik dari sisi keuangan maupun operasional. Upaya tersebut diperkuat melalui implementasi Master Restructuring Agreement (MRA) yang ditandatangani bersama 21 bank pada 2024 dan masih berjalan hingga kini.

"Strategi penyehatan keuangan konsisten dilakukan melalui implementasi MRA. Sejak restrukturisasi tersebut efektif di tahun 2024 sampai dengan Desember 2025, Waskita Karya telah berhasil menurunkan nilai outstanding utang MRA semula Rp26,2 triliun menjadi Rp24,1 triliun," jelas Ermy dalam keterangan resmi, dikutip (19/5).

Dari sisi kinerja, Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp8,82 triliun pada 2025. Laba bruto juga meningkat sekitar 12% menjadi Rp1,58 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,41 triliun.

Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh penurunan beban keuangan dari Rp4,34 triliun menjadi Rp4,00 triliun. Selain itu, total utang berhasil ditekan 20,16% dari Rp84 triliun pada 2023 menjadi Rp67,1 triliun pada 2025.

Waskita juga mencatat penurunan signifikan pada utang vendor jatuh tempo (past due) sebesar 96,1% dalam periode 2023-2025, dari Rp1,62 triliun menjadi Rp63,4 miliar. Kewajiban pajak past due pun telah diselesaikan sepenuhnya sejak 2024.

Dari sisi pendanaan pasar, Perseroan telah membayar kupon dua seri obligasi dan satu sukuk penjaminan senilai Rp707 miliar hingga akhir 2025. Sementara itu, restrukturisasi obligasi non-penjaminan senilai Rp3,35 triliun telah mendapat persetujuan untuk tiga dari empat seri yang ada.

Kinerja operasional turut tercermin dari peningkatan nilai kontrak baru (NKB) yang mencapai Rp12,52 triliun pada 2025, naik dari Rp9,5 triliun pada tahun sebelumnya. Manajemen optimistis, dengan komposisi yang tetap, strategi transformasi yang telah disusun dapat berjalan lebih konsisten untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.

"Dengan keputusan ini, kami optimistis dapat memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan. Kombinasi strategi digital dan konektivitas global diharapkan mampu mendongkrak kinerja bisnis dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional," tutur dia.

Susunan Manajemen Waskita Karya:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Sutrisno
  • Komisaris Independen: Aqila Rahmani
  • Komisaris Independen: Muhammad Harrifar Syafar
  • Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
  • Komisaris: Ade Abdul Rochim
  • Komisaris: Hasby Muhammad Zamri

Direksi

  • Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
  • Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
  • Direktur Business Strategic, Portfolio dan Human Capital: Rudi Purnomo
  • Direktur Operasi I: Ari Asmoko
  • Direktur Operasi II: Paulus Budi Kartiko