periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Heri Setiyono (HS) alias Heri Black sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Penyidik fokus mendalami temuan barang bukti berupa kontainer berisi suku cadang (spare part) ilegal serta catatan aliran dana ke pejabat negara.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap karyawan swasta tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi hasil penggeledahan yang dilakukan tim penyidik di wilayah Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
“Penyidik mendalami temuan dalam kegiatan penggeledahan di Semarang, di antaranya catatan-catatan adanya pemberian kepada pihak Ditjen Bea dan Cukai,” kata Budi di Gedung KPK, Selasa (19/5).
Selain mendalami dokumen suap, penyidik juga mencecar Heri Black mengenai kepemilikan dan isi kontainer yang disita di Pelabuhan Tanjung Emas. Kontainer tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik importasi ilegal yang melibatkan pihak swasta dan oknum di Bea Cukai.
“Selain itu, saksi juga dikonfirmasi soal temuan kontainer dalam penggeledahan di Pelabuhan Tanjung Emas,” jelas Budi.
Diketahui, KPK melakukan pemeriksaan terhadap Heri Black sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan DJBC. Pemeriksaan tersebut berlangsung pada Senin (18/5) di Gedung Merah Putih KPK, yang merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya saksi tidak hadir.
Adapun kasus ini bermula saat terjadinya kesepakatan jahat antara Orlando (ORL), Sisprian Subiaksono (SIS), John Field (JF), Andri (AND), dan Dedy Kurniawan (DK) pada Oktober 2025. Permufakatan itu berkaitan dengan pengaturan jalur importasi barang yang akan masuk ke Indonesia.
KPK juga telah menetapkan enam tersangka dalam perkara ini. Tersangka tersebut adalah Rizal (RZL), selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026; Sisprian Subiaksono (SIS), selaku Kepala Subdirektorat Intelijen (Kasubdit) P2 DJBC; Orlando Hamonangan (ORL), selaku Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) DJBC; John Field (JF), selaku Pemilik PT Blueray (BR); Andri (AND), selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR; dan Dedy Kurniawan (DK), selaku Manajer Operasional PT Blueray (BR).
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar