periskop.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) buka suara terkait pemberitahuan force majeure yang baru-baru ini ditujukan kepada pelanggan. Langkah ini muncul di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi jalur distribusi energi dan rantai pasok internasional, termasuk perkembangan situasi di kawasan Selat Hormuz.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group Suryandi menegaskan pemberitahuan force majeure bukan indikasi penghentian operasional, melainkan prosedur administratif preventif yang sesuai dengan ketentuan kontraktual.

"Langkah ini kami ambil sebagai bentuk transparansi dan mitigasi risiko agar potensi kerugian besar terhadap mitra usaha dan pemangku kepentingan dapat diminimalkan. Pemberitahuan force majeure bukan berarti operasional perusahaan berhenti, melainkan bagian dari langkah mitigasi atas situasi eksternal yang terus berkembang,” ujar Suryandi dalam keterangan resmi, Kamis (5/3).

Suryandi mengungkapkan hingga saat ini, kegiatan operasional Chandra Asri Pacific Tbk tetap berjalan normal. Namun, perusahaan terus memantau perkembangan situasi global secara intensif dan melakukan evaluasi berkala terhadap potensi dampak yang dapat mengganggu operasional, baik langsung maupun tidak langsung.

"Sebagai bagian dari manajemen risiko yang terukur, Chandra Asri melakukan penyesuaian tingkat operasional (run rates) secara selektif, menyesuaikan pasokan dan kebutuhan produksi. Langkah ini diambil untuk memastikan kesinambungan usaha serta menjaga stabilitas pasokan bagi pelanggan," terang Suryandi.

Selain itu, perusahaan kata Suryandi memiliki kerangka manajemen risiko dan sistem perencanaan operasional yang dirancang adaptif terhadap dinamika pasar. Strategi ini mencakup diversifikasi sumber bahan baku, pengelolaan inventori secara prudent, serta penguatan koordinasi dalam rantai pasok untuk menjaga fleksibilitas operasional.

Kemudian, komunikasi dan koordinasi dengan pelanggan, pemasok, dan mitra logistik juga dijalankan secara berkelanjutan, memastikan informasi selaras dan kesiapan dalam menghadapi kondisi yang dapat memengaruhi pelaksanaan kewajiban kontraktual.

"Dalam situasi global yang dinamis ini, Chandra Asri berfokus pada kesinambungan operasional dan ketahanan bisnis, dengan tetap melakukan evaluasi berkala atas perkembangan yang terjadi," tutup Suryandi