periskop.id - Dividen Telkom (TLKM) 2026 resmi ditetapkan senilai Rp222 per saham, dengan total distribusi mencapai Rp22 triliun bagi seluruh pemegang saham. Pembayaran dijadwalkan berlangsung sekitar pertengahan Juli 2026, menjadikan ini salah satu momen penting bagi investor TLKM tahun ini.
Besaran dividend per share (DPS) kali ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak 2013. Nilainya tumbuh 4,7% dibandingkan DPS tahun buku 2024 yang berada di angka Rp212,47 per saham.
Penetapan ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, dalam rapat pemegang saham perseroan.
Jadwal Pembayaran Dividen TLKM Pertengahan Juli 2026
Distribusi dividen Telkom dijadwalkan cair sekitar pertengahan Juli 2026. Pemegang saham TLKM yang tercatat pada recording date yang akan diumumkan perseroan berhak atas pembayaran ini.
Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp22 triliun untuk keseluruhan basis pemegang saham. Angka ini melampaui laba bersih yang dicetak Telkom sepanjang tahun buku 2025.
Dari Mana Sumber Dana Dividen Rp22 Triliun Telkom?
Telkom menetapkan dividend payout ratio sebesar 123,5%, artinya nilai dividen yang dibagikan lebih besar dari total laba bersih tahun berjalan.
Rincian sumbernya terbagi dua. Sebesar Rp17,8 triliun berasal dari keseluruhan laba bersih yang diraih sepanjang 2025, sedangkan Rp4,2 triliun sisanya diambil dari akumulasi saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan, perseroan senantiasa menjaga keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang dalam setiap keputusan pembagian dividen.
Dian Siswarini: Fundamental Bisnis Terjaga di Tengah Tekanan 2025
"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat," ujar Dian.
Ia menyebutkan, keputusan pemegang saham menyetujui besaran dividen ini mencerminkan kepercayaan terhadap arah transformasi dan pertumbuhan yang tengah dibangun Telkom.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski rasio pembayaran melampaui laba bersih tahun berjalan, kondisi keuangan perseroan dinilai cukup solid untuk menanggung distribusi sebesar ini.
Bagi investor yang memegang saham TLKM, penting untuk memantau pengumuman resmi recording date dari perseroan agar tidak melewatkan hak atas dividen pertengahan Juli ini.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar