Periskop.id - Polisi menangkap Fredik Risya Samuel (37), pengendara Kawasaki Ninja yang memukuli pemotor bernama Abdul Aziz di Jalan Moch Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7). Pelaku beraksi setelah korban menegurnya akibat senggolan berulang dari belakang.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menguraikan, insiden berlangsung di sekitar Lapangan Al Bainah, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, sekitar pukul 11.30 WIB. Teguran Abdul Aziz justru membakar emosi Fredik, yang lalu melancarkan beberapa pukulan ke wajah korban.

"Pelaku memukul korban menggunakan tangan kosong yang dikepal beberapa kali hingga mengenai rahang sebelah kiri korban," ujar Nurma dalam keterangannya di Polsek Jagakarsa, Senin (6/7).

Akibat pukulan itu, Abdul Aziz mengalami memar dan bengkak pada rahang kiri. Polisi langsung memulai penyelidikan setelah korban menyampaikan laporan resmi.

Fredik berhasil ditangkap anggota Unit Reskrim dan Intel Polsek Jagakarsa melalui operasi observasi kewilayahan, Minggu (5/7) sekitar pukul 21.00 WIB, hanya sehari setelah kejadian.

"Pelaku diamankan di Jalan Raya depan Masjid Al Wiqoyah, kemudian dibawa ke Polsek Jagakarsa untuk pemeriksaan," tambah Nurma.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja 150 RR bernomor polisi B 3856 TVA yang digunakan saat kejadian. Fredik kini dijerat Pasal 466 KUHP sementara berkas perkaranya masih dilengkapi.

Kasus ini mencuat setelah rekaman video insiden tersebut menyebar di media sosial dan ramai diperbincangkan. Polisi menelusuri akun yang mengunggah video itu untuk menghubungi korban secara langsung.

"Sudah kita cari dari akunnya, kemudian anggota menghubungi, terus minta korbannya ke Polsek," tutur Nurma.

Nurma menyebutkan, identitas pelaku sudah dikantongi polisi sejak awal, dan petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, polisi berencana menggelar tes urine terhadap Fredik guna memastikan ada tidaknya pengaruh narkotika saat kejadian berlangsung.

"Iya dong, harus dicek lah. Masa kalau enggak dicek gimana?" tandas Nurma.