periskop.id - Pengumuman penemuan 27 planet baru pada Senin (4/5), menjadi salah satu terobosan besar dalam dunia astronomi. Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi kandidat planet yang tidak biasa karena mengorbit dua bintang sekaligus, sebuah fenomena yang dikenal sebagai circumbinary planets.
Temuan ini sendiri pun memperluas pemahaman manusia tentang bagaimana sistem planet terbentuk di luar Tata Surya kita.
Penelitian ini dilakukan oleh tim astronom dari University of New South Wales dengan memanfaatkan data dari teleskop luar angkasa Transiting Exoplanet Survey Satellite milik NASA. Hasil studi mereka dipublikasikan di jurnal ilmiah dan dilaporkan The Guardian.
Mengorbit Dua Bintang: Fenomena Planet “Tatooine”
Tidak seperti Bumi yang hanya mengorbit satu Matahari, 27 planet ini berada dalam sistem bintang ganda. Artinya, jika ada kehidupan di sana, langitnya kemungkinan menampilkan dua matahari sekaligus—mirip planet fiksi Tatooine dalam film Star Wars.
Planet jenis ini disebut circumbinary karena mengorbit dua bintang yang saling mengelilingi. Sebelumnya, hanya sekitar 18 planet jenis ini yang berhasil dikonfirmasi dari lebih dari 6.000 eksoplanet yang telah ditemukan.
Menariknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sistem bintang ganda justru bisa menjadi tempat ideal pembentukan planet di bagian orbit yang lebih jauh, meski bagian dalamnya terlalu “chaotic” untuk pembentukan planet.
Daftar 27 Planet Baru (Status Kandidat)
Hingga saat ini, ke-27 planet tersebut masih berstatus kandidat dan belum semuanya memiliki nama resmi. Hal ini karena para ilmuwan masih perlu memastikan massa dan karakteristiknya melalui analisis lanjutan.
Namun, berikut gambaran umum dari daftar planet yang ditemukan:
- 27 objek planet kandidat ada di dalam 36 sistem bintang ganda
- Jarak: sekitar 650 hingga 18.000 tahun cahaya dari Bumi
- Ukuran: mulai dari sekelas Neptunus hingga yang terbesar 10 kali massa Jupiter
- Metode deteksi: apsidal precession (perubahan orbit bintang akibat objek ketiga)
Karena belum dikonfirmasi penuh, planet-planet ini sementara diidentifikasi berdasarkan kode sistem bintangnya (seperti TOI atau katalog TESS lainnya), bukan nama seperti planet di Tata Surya.
Ilmuwan di Balik Penemuan
Penelitian ini dipimpin oleh ilmuwan seperti Ben Montet dan Margo Thornton dari University of New South Wales.
Mereka menggunakan pendekatan baru karena metode lama (transit) hanya bisa mendeteksi planet jika posisinya sejajar dengan Bumi. Dengan teknik apsidal precession, ilmuwan dapat mendeteksi “gangguan” pada orbit bintang yang menandakan adanya planet.
Posisi Planet: Apakah Bagian dari Tata Surya?
Perlu ditegaskan, 27 planet baru ini tidak berada di Tata Surya kita. Mereka termasuk dalam kategori eksoplanet, yaitu planet yang berada di luar sistem Matahari.
Lokasinya sangat jauh, bahkan yang terdekat pun berjarak ratusan tahun cahaya. Sebagai perbandingan, satu tahun cahaya setara dengan sekitar 9,46 triliun kilometer.
Artinya, planet-planet ini berada di galaksi yang sama (Bima Sakti), tetapi di sistem bintang yang sangat jauh dari Matahari.
Signifikansi Penemuan bagi Ilmu Pengetahuan
Penemuan ini membuka peluang besar dalam studi pembentukan planet. Sebelumnya, ilmuwan mengira sistem bintang ganda terlalu tidak stabil untuk membentuk planet. Namun, data terbaru justru menunjukkan sebaliknya.
Selain itu, dengan jumlah bintang ganda yang cukup banyak di alam semesta, kemungkinan keberadaan planet seperti ini bisa jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.
Penemuan ini juga menegaskan bahwa alam semesta jauh lebih beragam daripada yang kita bayangkan sebelumnya, bahkan konsep yang dulu hanya ada dalam fiksi ilmiah kini terbukti nyata.
Tinggalkan Komentar
Komentar