periskop.id - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjadi tempat persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mendengarkan pengakuan terdakwa yang tidak menyesal pernah menjabat sebagai menteri.

Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menyampaikan keteguhan hatinya usai mendengar tuntutan jaksa penuntut umum. Terdakwa memandang tugas memajukan generasi penerus bangsa sebagai amanah paling berharga.

"Saya tidak pernah menyesal bergabung dalam pemerintah," kata Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Nadiem menganggap pencarian harta kekayaan merupakan hal yang bisa dilakukan seumur hidup. Ia menilai kesempatan berbuat baik bagi negara hanya datang sekali seumur hidup.

"Jadi saya tidak mungkin akan menolak jabatan atau amanah itu pada saat ditawarkan," jelasnya.

Mantan pejabat negara ini mengaku sudah mempertimbangkan matang-matang segala risiko terburuk saat awal menerima tawaran jabatan kabinet. Nadiem menempatkan masa depan Indonesia jauh di atas kepentingan maupun keselamatan pribadinya.

"Mau saya gagal pun, risiko gagal, risiko masuk penjara pasti saya ambil," tegas Nadiem.

Terdakwa kasus rasuah ini secara terbuka mengakui rasa sakit hatinya atas besaran tuntutan dari jaksa. Ia menganggap ancaman hukuman puluhan tahun penjara tersebut sebagai balasan tak terduga dari negara.

"Saya patah hati. Orang tuh cuma patah hati kalau dia cinta dengan negara," tuturnya.

Nadiem sebelumnya berharap jaksa merumuskan tuntutan bebas berdasarkan temuan fakta-fakta meringankan selama persidangan. Ia justru merasa sangat kebingungan karena menerima hantaman hukuman paling maksimal.

"Harapan saya pada saat ini adalah tuntutan bebas. Tapi sebaliknya yang terjadi, hukuman terberat dilemparkan ke saya," ungkap Nadiem.

Kejaksaan Agung menuntut terdakwa kurungan 18 tahun penjara dan membebankan pembayaran uang pengganti Rp5,6 triliun. Jaksa menyiapkan ancaman sembilan tahun penjara tambahan apabila Nadiem gagal melunasi tagihan tersebut.