periskop.id - Qatar dan Swiss akan saling berhadapan di laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026, sebuah duel yang sejak awal dinilai berat sebelah oleh banyak kalangan. Perbedaan kualitas kedua tim terlihat jelas dari posisi peringkat FIFA maupun rekam jejak masing-masing di turnamen besar.
Swiss saat ini bertengger di 20 besar ranking FIFA, sementara Qatar berada di posisi ke-56 dunia. Kesenjangan ini membuat tim berjuluk La Nati menjadi favorit kuat untuk meraup tiga poin penuh sejak hari pertama.
Kekuatan Swiss di Atas Kertas
Dari sisi skuat, Swiss memiliki keunggulan yang sulit dibantah. Duo gelandang Granit Xhaka dan Remo Freuler diprediksi menjadi motor penggerak permainan, mengatur tempo sekaligus membuka ruang bagi lini serang.
Di kursi pelatih, Murat Yakin dikenal sebagai sosok yang mendisiplinkan timnya dengan sistem bertahan kompak, sebuah fondasi kuat yang kerap menyulitkan lawan dalam membongkar pertahanan Swiss.
Sebelum turnamen dimulai, Swiss memang hanya meraih hasil imbang 1-1 kontra Australia dalam laga uji coba pada 6 Juni lalu. Namun, performa di laga persahabatan tidak selalu mencerminkan kondisi tim saat berlaga di panggung resmi sekelas Piala Dunia.
Qatar: Misi Berat di Penampilan Kedua
Bagi Qatar, Piala Dunia 2026 merupakan partisipasi kedua mereka di turnamen akbar ini. Kualitas skuat mereka disebut jauh menurun dibandingkan saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, di mana atmosfer kandang turut menopang performa.
Kapten Akram Afif dan kawan-kawan diperkirakan memilih pendekatan pragmatis sejak menit pertama, yakni bertahan rapat lalu mengandalkan serangan balik cepat untuk mencari celah.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, memang bukan figur asing di sepak bola elite. Mantan pelatih tim nasional Spanyol kelompok usia muda itu memiliki rekam jejak mumpuni. Pertanyaannya, apakah para pemain Qatar mampu menerjemahkan instruksinya secara konsisten di lapangan?
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar