Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga independen yang mengatur dan mengawasi seluruh sektor jasa keuangan Indonesia, dari perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, pinjaman online, hingga aset kripto yang beralih ke pengawasannya sejak 2025. Sejak Maret 2026 OJK dipimpin Ketua Dewan Komisioner Friderica Widyasari Dewi.
OJK berwenang mencabut izin bank dan perusahaan pembiayaan, mengenakan sanksi pada emiten, memblokir pinjol dan investasi ilegal lewat Satgas Pasti, serta menerbitkan aturan yang mengubah cara bank dan platform keuangan melayani nasabah.
Halaman ini mengumpulkan berita Periskop.id tentang OJK, dari regulasi baru, pencabutan izin, penanganan kasus industri keuangan, data kredit dan pinjol, hingga peringatan investasi ilegal. Arsipnya tersusun mundur dari yang terbaru.
Badai PHK Telan Korban, OJK Catat Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan Meroket 91%
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) memicu lonjakan pencairan dana di BPJS Ketenagakerjaan. Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) merok...
Baca selengkapnya →
Tumbuh Dua Digit, Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.061 Triliun pada Kuartal I 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan positif industri perbankan syariah pada kuartal pertama 2026. Total aset perbankan syariah tumbuh dua digit mencapai Rp1.061,61 tr...
Baca selengkapnya →
IHSG Lesu Usai Rebalancing MSCI, Saatnya Masuk Pasar Saham?
IHSG melemah di tengah sentimen global, namun valuasi saham dinilai lebih menarik dan membuka peluang masuk pasar.
Baca selengkapnya →
Kenapa Banyak Saham RI Tersingkir dari MSCI? Ini Penjelasan OJK
OJK sebut keluarnya saham RI dari MSCI akibat reformasi transparansi. Dampak jangka pendek demi fondasi pasar lebih kredibel.
Baca selengkapnya →
OJK: Piutang Pembiayaan Tumbuh Jadi Rp514 Triliun per Maret 2026
Kinerja pembiayaan dan pindar tumbuh positif hingga Maret 2026. Piutang Rp514,09 triliun, pindar naik 26,25% yoy dengan risiko terjaga.
Baca selengkapnya →
Restrukturisasi Kredit untuk Korban Bencana di Sumatera Capai Rp17,4 Triliun
OJK menyalurkan restrukturisasi kredit Rp17,4 triliun bagi 279 ribu rekening debitur terdampak bencana di Sumatra hingga Maret 2026.
Baca selengkapnya →
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan RI Tetap Aman Meski Konflik Timur Tengah Memanas
KSSK memastikan stabilitas sistem keuangan RI tetap terjaga meski volatilitas global meningkat akibat konflik Timur Tengah.
Baca selengkapnya →
OJK: Pembiayaan Multifinance Tembus Rp514 Triliun, BNPL Melonjak Tajam
Pembiayaan sektor Buy Now Pay Later (BNPL) tumbuh hingga 55,85% (yoy) dengan nilai mencapai Rp12,81 triliun
Baca selengkapnya →
Investor Pasar Modal Tembus 26,49 Juta, Naik 1,74 Juta di April 2026
Investor pasar modal RI tembus 26,49 juta pada April 2026, bertambah 1,74 juta seiring meningkatnya minat investasi ritel.
Baca selengkapnya →
IHSG Terkoreksi 19,55% YTD, OJK Sebut Likuiditas Pasar Saham Tetap Stabil
IHSG turun 1,3% ke 6.956,80 pada April 2026, namun OJK menilai likuiditas pasar saham domestik masih terjaga stabil.
Baca selengkapnya →
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
OJK memastikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga hingga April 2026 di tengah ketidakpastian global dan tekanan geopolitik.
Baca selengkapnya →
Gandeng BEI, OJK Kembangkan Sistem Pendukung Perdagangan Karbon Indonesia
Bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), OJK mengembangkan satu sistem yang akan mendukung sebagai sistem registri unit karbon
Baca selengkapnya →
