periskop.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan kinerja sektor lembaga pembiayaan dan pinjaman daring (pindar) tetap menunjukkan pertumbuhan positif hingga Maret 2026 di tengah tantangan ekonomi global.
Dia mengatakan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 0,61% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp514,09 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pembiayaan modal kerja yang meningkat 6,15% (year on year/yoy).
"Ini didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 6,15% yoy," kata Frederica saat konferensi pers KSSK II Tahun 2026, Jakarta, dikutip Jumat (8/5).
Ia menjelaskan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,83%, sedangkan NPF net berada di level 0,80%.
Sementara itu, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,17 kali, jauh di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan industri pembiayaan nasional masih cukup solid.
"Gearing ratio perusahaan pembiayaan asih berada pada level yang memadai dan tercatat sebesar 2,17 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali," jelasnya.
Di sisi lain, Kiki sapaan akrabnya ini menjelaskan untuk industri pinjaman daring atau pindar juga mencatat pertumbuhan signifikan. Outstanding pembiayaan pindar tumbuh 26,25% yoy dengan nilai mencapai Rp101,03 triliun. Adapun tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90 tetap terjaga di level 4,52%.
"Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan tumbuh 26,25% yoy dengan nominal Rp101,03 triliun dengan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) terjaga pada level 4,52%," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar