periskop.id - Jumlah investor di pasar modal Indonesia kembali mencatat pertumbuhan signifikan pada April 2026. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam investasi di tengah perkembangan instrumen keuangan domestik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya penambahan investor baru dalam jumlah besar sepanjang bulan tersebut. Tren ini melanjutkan pertumbuhan yang sudah terjadi sejak awal tahun.

“Jumlah investor di pasar modal dalam negeri bertambah sekitar 1,74 juta investor baru pada April 2026,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB 2026, Selasa (5/5). 

Ia menyebut peningkatan ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal masih kuat. Dengan tambahan tersebut, total investor pasar modal nasional kini mencapai 26,49 juta. Angka ini juga mencatat pertumbuhan 30,06% secara year-to-date.

Hasan menjelaskan bahwa pertumbuhan investor ini turut didukung oleh aktivitas penghimpunan dana yang tetap aktif. Baik korporasi besar maupun instrumen alternatif masih menjadi sumber pembiayaan di pasar.

Hingga April 2026, total fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp56,35 triliun secara year-to-date. Capaian ini menunjukkan pasar modal masih menjadi salah satu sumber pendanaan utama bagi emiten.

Di sisi pipeline, masih terdapat 71 rencana penawaran umum yang sedang dalam proses perizinan di OJK. Hal ini mengindikasikan aktivitas emisi ke depan masih cukup aktif.

Selain itu, pendanaan melalui securities crowdfunding juga terus berkembang di tengah meningkatnya akses investasi digital. Hingga April 2026, nilai dana yang dihimpun mencapai Rp1,93 triliun, menunjukkan semakin luasnya partisipasi investor ritel di luar instrumen konvensional.