periskop.id - Keputusan Apple untuk menghentikan produksi Mac Pro pada Maret 2026 menandai berakhirnya salah satu lini komputer profesional paling ikonik di industri teknologi. Setelah hampir dua dekade hadir sebagai workstation kelas atas, Mac Pro kini resmi disuntik mati tanpa rencana pengganti di masa depan. 

Langkah ini sekaligus mencerminkan perubahan strategi Apple dalam menghadirkan perangkat desktop profesional, dengan fokus baru pada lini yang lebih ringkas namun tetap bertenaga.

Alasan Apple Menghentikan Produksi Mac Pro

Mengutip The Verge, ada beberapa faktor utama yang mendorong Apple menghentikan Mac Pro. Salah satunya adalah minimnya pembaruan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Versi terakhir yang dirilis pada 2023 masih menggunakan chip M2 Ultra dan tidak pernah diperbarui lagi hingga akhirnya dihentikan. 

Selain itu, Mac Pro dinilai kalah relevan dibandingkan perangkat lain seperti Mac Studio yang menawarkan performa lebih baru dengan harga lebih rendah. Banyak pengguna profesional beralih ke perangkat tersebut karena lebih efisien dan praktis. 

Faktor lain adalah harga yang sangat tinggi yang membuat pasar Mac Pro menjadi sangat terbatas. Penjualannya pun tergolong niche dibandingkan lini Mac lainnya. 

Tak kalah penting, transisi Apple ke chip Apple Silicon juga membatasi fleksibilitas Mac Pro. Tidak adanya dukungan GPU eksternal dan keterbatasan upgrade membuat workstation ini kehilangan daya tarik bagi profesional yang membutuhkan kustomisasi tinggi. 

Perjalanan Panjang Mac Pro

Mac Pro pertama kali diperkenalkan pada 2006 sebagai penerus Power Mac G5, dan langsung menjadi standar baru untuk komputer profesional Apple. 

Sepanjang perjalanannya, Mac Pro mengalami beberapa transformasi desain besar. Model “cheese grater” yang ikonik menjadi simbol kekuatan dan modularitas, sementara versi silinder 2013 sempat menuai kritik karena keterbatasan upgrade. 

Pada 2019, Apple kembali ke desain modular yang lebih fleksibel, mencoba memenuhi kebutuhan profesional seperti editor video dan desainer 3D. Namun, perubahan besar terjadi saat Apple beralih dari prosesor Intel ke Apple Silicon pada 2023, dengan hadirnya Mac Pro berbasis M2 Ultra. 

Sayangnya, versi ini justru dianggap stagnan karena tidak menawarkan peningkatan berarti dibandingkan alternatif yang lebih murah dan modern.

Mac Studio Jadi Penerus Tidak Resmi

Dengan dihentikannya Mac Pro, Apple kini mengandalkan Mac Studio sebagai workstation utama. Perangkat ini hadir dengan chip generasi lebih baru seperti M3 Ultra dan M4 Max, serta menawarkan performa tinggi dalam bentuk yang lebih ringkas. 

Hal ini menandai pergeseran filosofi Apple: dari workstation besar dan modular menuju perangkat kompak dengan efisiensi tinggi.

Akhir Era, Awal Strategi Baru

Penghentian Mac Pro bukan sekadar penutupan produk, tetapi simbol perubahan besar dalam industri komputer profesional. Apple tampaknya memilih untuk meninggalkan konsep workstation tradisional dan beralih ke pendekatan yang lebih modern, terintegrasi, dan efisien.

Bagi sebagian pengguna lama, ini adalah “akhir era”. Namun bagi Apple, ini adalah langkah strategis untuk menyederhanakan lini produk sekaligus mengikuti tren komputasi masa depan yang cenderung mengarah pada keringkasan.