periskop.id - Puluhan warga di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), menjadi korban kasus penipuan modus investasi sembako. Sejumlah warga yang menjadi korban berbondong-bondong mendatangi rumah terduga pelaku untuk menuntut keadilan.

Kasus ini berawal dari tawaran bisnis sembako yang terlihat sederhana namun menggiurkan, yaitu para korban dijanjikan keuntungan dari selisih harga beli dan jual berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan beras.

Skema yang ditawarkan pun tampak meyakinkan, membeli barang dengan harga murah, menjualnya kembali dengan harga normal, lalu keuntungan dibagi bersama.

Para korban kini sepakat menempuh jalur hukum. Mereka mulai mengumpulkan bukti dan melaporkan kasus ini ke polisi dengan harapan pelakunya bisa segera ditangkap dan kerugian mereka bisa kembali.

“Saya mendapat informasi adanya aksi warga di Puri Tenjo yang menggeruduk sebuah rumah. Setelah saya cek langsung ke lokasi, ternyata mereka adalah warga yang diduga menjadi korban penipuan investasi sembako, seperti minyak goreng dan gula pasir.” Ujar Hendrik.

Hendrik menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi pada Jumat (26/3) siang. Ia bersama timnya segera turun ke lokasi untuk menenangkan warga dan menjaga situasi tetap kondusif agar tidak berujung anarkis.

“Kami ke sana supaya situasinya tetap kondusif dan warga nggak bertindak anarkis. Soalnya orang yang dicari sudah melarikan diri, jadi dikhawatirkan ada penjarahan atau pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan untuk mengambil barang-barang di rumah tersebut.” Kata Hendrik.

"Alhamdulillah, situasinya kondusif. Kemudian, saya sosialisasikan terkait perkara hukum. Akhirnya, mereka mau ikut ke Polsek buat LP, buat laporan. Situasi aman sampai saat ini, kalau kita biarkan atau kalau telat, mungkin sudah pada masuk rumah pelaku sampai berbuat anarkis," imbuhnya.

Kerugian Mencapai Rp1,1 Miliar, Libatkan 43 Korban

Kapolsek Tenjo, Hendrik Hartono, mengungkapkan bahwa jumlah korban dalam kasus ini mencapai 43 orang. Para korban berasal dari berbagai latar belakang yang sebagian besar merupakan perempuan.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaku menggunakan modus menawarkan investasi dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Berdasarkan informasi awal, jumlah korban diperkirakan sekitar 43 orang. Biasanya satu orang yang sudah ikut kemudian mengajak orang lain sehingga jumlah korban terus bertambah.” ujar Hendrik (29/3)

Hasil data  menunjukkan total kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar. Setiap korban diketahui menyetorkan dana dengan angka nominal yang berbeda, berkisar Rp60 juta hingga Rp200 juta.

Jumlah yang cukup besar ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan korban terhadap pelaku, sebelum akhirnya mereka menyadari telah menjadi korban penipuan.

Pelaku menawarkan investasi sembako dengan harga di bawah pasaran sehingga terlihat menguntungkan. Misalnya, minyak goreng yang biasanya dijual sekitar Rp39 ribu per kilogram diklaim bisa didapat seharga Rp30 ribu sehingga banyak warga tertarik untuk ikut menanamkan modal.