Periskop.id - Toyota Motor Corporation dan Joby Aviation resmi mendirikan perusahaan patungan bernama Joby Toyota Aero Manufacturing Preparation Company. Aliansi ini menjadi langkah konkret Toyota merambah bisnis taksi terbang berbasis listrik.
Entitas baru tersebut berbasis di California, Amerika Serikat, dengan Toyota memegang saham mayoritas sebesar 51%. Tren mobilitas udara perkotaan ini sebenarnya juga sudah sempat dijajaki di Indonesia, tepatnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Barangnya sudah sampai di Balikpapan, minggu depan dibuka kemudian dirakit, setelah dirakit nanti kita akan coba," kata Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono dalam keterangan resminya, Rabu (29/5).
Bambang menerangkan, taksi terbang yang dikirimkan dalam beberapa pallet itu disimpan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Baterai kendaraan tersebut saat itu masih berada di Jakarta dan dijadwalkan tiba di Samarinda pada 6 Juni 2024.
Kendaraan yang diuji coba di IKN berjenis Optionally Piloted Personal/Passenger Air Vehicle (OPPAV), yakni produk pengembangan bersama Korea Aerospace Research Institute (KARI) dan Hyundai Motors Company (HMC), bukan bagian dari armada Joby Aviation.
Di sisi global, kemitraan Toyota dengan Joby Aviation sebenarnya bukan hubungan baru. Raksasa otomotif Jepang itu sudah mengucurkan investasi ratusan juta dolar AS ke Joby sejak 2020, jauh sebelum perusahaan patungan ini terbentuk.
Kini, Toyota memperdalam komitmen tersebut dengan menyuntikkan dana tambahan senilai US$500 juta. Investasi lanjutan itu ditujukan untuk mempercepat proses sertifikasi regulasi sekaligus komersialisasi armada pesawat listrik Joby di pasar global, sebagaimana dilaporkan CarScoops.
Perusahaan patungan ini dirancang untuk menggabungkan dua kekuatan berbeda. Joby membawa rekam jejak di sektor penerbangan listrik, sementara Toyota menyumbangkan keahlian manufaktur global dan keunggulan sistem operasional yang sudah teruji selama puluhan tahun.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menekan risiko kegagalan teknis sekaligus mempercepat rantai pasok perakitan pesawat komersial dalam skala massal.
Langkah ini sekaligus mencerminkan arah diversifikasi Toyota yang kini melampaui kendaraan roda empat konvensional. Perusahaan asal Nagoya itu secara bertahap memperluas jejaknya ke sektor urban air mobility, yakni mobilitas udara perkotaan yang diyakini bakal menjadi segmen transportasi masa depan.
Tinggalkan Komentar
Komentar