periskop.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menjalin kerja sama di bidang data perkeretaapian umum perkotaan. Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak, Selasa (9/6).
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyebut langkah ini sebagai bagian penting dalam mendukung perencanaan dan analisis mobilitas warga kota. Menurutnya, data kini memegang peran krusial dalam setiap proses pengambilan kebijakan.
"Data memegang peran penting dan strategis dalam pengambilan kebijakan. Kesepakatan bersama BPS hari ini merupakan langkah penting dalam mendukung perencanaan dan analisis mobilitas masyarakat," ujar Tuhiyat dalam penandatanganan nota kesepahaman di Pusat Informasi area konstruksi Stasiun Monas, Jakarta, dikutip Rabu (10/6).
Ruang lingkup kerja sama itu cukup luas. MoU tersebut mencakup pelaksanaan kajian dan penelitian data perkeretaapian, pengembangan sistem informasi bersama, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dari kedua institusi.
"Kami berharap kemitraan strategis ini menghasilkan langkah nyata, baik dalam bentuk studi bersama, integrasi data, maupun pengembangan dashboard, hingga analisis bersama," tambah Tuhiyat.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, yang turut menandatangani MoU bersama Tuhiyat, memaparkan kolaborasi ini dirancang untuk menghasilkan data yang lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Ia menilai statistik resmi negara perlu terus ditingkatkan kualitasnya, terutama di sektor transportasi perkotaan.
Usai sesi penandatanganan, rombongan MRT Jakarta dan BPS meninjau langsung area konstruksi Stasiun Monas. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina mendampingi kunjungan itu sembari memaparkan profil stasiun berikut target operasionalnya pada akhir 2027.
Kerja sama kedua institusi ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun ke depan.
MoU ini menjadi salah satu upaya konkret MRT Jakarta dalam memperkuat fondasi data transportasi perkotaan yang selama ini dinilai masih perlu dibenahi. Integrasi data antara operator transportasi dan lembaga statistik negara diharapkan menghasilkan analisis mobilitas yang lebih akurat sebagai dasar kebijakan.
"BPS RI dan PT MRT Jakarta sepakat memperkuat kerja sama dalam penguatan data dan analisis, dengan tujuan akhir bersama, yaitu menghasilkan official statistics yang semakin relevan, akurat, dan bermanfaat," pungkas Amalia.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar