Periskop.id - Tensi geopolitik global kembali memanas seiring dengan meningkatnya persaingan kekuatan di kawasan Timur Tengah. Banyak pihak kini mulai membandingkan kekuatan militer antara blok AS-Israel melawan Iran.
Melansir data terbaru dari Global Fire Power (GFP) dan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), terlihat jurang perbedaan yang signifikan dalam berbagai lini pertahanan, mulai dari jumlah personel hingga kepemilikan senjata pemusnah massal.
Personel Aktif
Dalam hal jumlah pasukan di lapangan, Amerika Serikat (AS) masih memimpin jauh dengan total 1.333.030 personel aktif.
Angka ini mencerminkan jangkauan militer AS yang bersifat global. Iran berada di posisi kedua dengan 610.000 personel aktif, yang menunjukkan kesiapan pertahanan darat mereka yang masif di kawasan.
Sementara itu, Israel memiliki 169.500 personel aktif, sebuah angka yang relatif kecil namun dikenal memiliki kualitas pelatihan dan teknologi militer tingkat tinggi.
Kekuatan Udara dan Darat
Dominasi udara menjadi faktor kunci dalam konflik modern. Di sektor ini, AS memiliki keunggulan mutlak dengan 13.032 unit pesawat tempur.
Israel, yang didukung oleh teknologi mutakhir AS, memiliki 597 pesawat tempur, sedikit lebih banyak dibandingkan Iran yang tercatat memiliki 551 unit pesawat tempur.
Untuk urusan pertempuran darat, kendaraan tempur lapis baja (Ranpur) menjadi tulang punggung kekuatan. AS mengoperasikan 409.660 unit ranpur, disusul oleh Iran dengan 75.939 unit, dan Israel dengan 62.380 unit.
Namun, dalam hal artileri, Iran menunjukkan taji dengan mengoperasikan 3.777 unit, mengejar AS yang memiliki 5.130 unit, sementara Israel terpaut cukup jauh dengan 722 unit.
Kekuatan Laut
Di wilayah perairan, armada laut AS masih yang terkuat dengan 465 kapal perang yang mencakup kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir.
Iran memiliki 109 kapal perang yang banyak difokuskan pada pertahanan pesisir dan perang asimetris di Selat Hormuz, sedangkan Israel mengoperasikan 82 kapal perang untuk mengamankan wilayah Mediterania.
Kepemilikan Senjata Nuklir
Salah satu poin paling krusial dalam perbandingan ini adalah kepemilikan hulu ledak nuklir. Berdasarkan data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), perbedaan kekuatan di sini sangatlah kontras:
- Amerika Serikat: 5.177 hulu ledak nuklir.
- Israel: 90 hulu ledak nuklir (meskipun secara resmi Israel tidak pernah mengonfirmasi maupun membantah kepemilikannya).
- Iran: Tidak memiliki senjata nuklir (0 unit), sesuai dengan komitmen internasional dan pengawasan nuklir meskipun program pengayaan uranium mereka terus dipantau secara ketat.
Keberadaan nuklir pada pihak AS-Israel menjadi instrumen pengetar (deterrence) yang sangat kuat dalam dinamika konflik dengan Teheran.
Meskipun Iran unggul dalam jumlah artileri dibanding Israel, kehadiran payung nuklir dan dukungan armada udara AS memberikan keunggulan strategis bagi aliansi tersebut.
Ketergantungan dunia pada stabilitas di kawasan ini membuat data kekuatan militer tersebut menjadi indikator penting mengenai sejauh mana konflik dapat berkembang di masa depan.
Pergeseran sekecil apa pun dalam rantai pasok senjata atau aliansi politik akan berdampak besar pada keseimbangan kekuatan global.
Tinggalkan Komentar
Komentar