periskop.id - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, perjalanan menggunakan mobil pribadi diperkirakan kembali menjadi pilihan banyak masyarakat. Selain lebih fleksibel dalam menentukan waktu dan rute perjalanan, pemudik juga bisa membawa lebih banyak barang bersama keluarga.

Namun, perjalanan jauh terutama melalui jalur Tol Trans Jawa tentu membutuhkan persiapan anggaran yang matang. Mulai dari tarif tol di sejumlah ruas, biaya bahan bakar kendaraan, konsumsi selama perjalanan, hingga kemungkinan pengeluaran tambahan di rest area perlu diperhitungkan agar perjalanan mudik tetap nyaman dan tidak mengganggu kondisi keuangan.

Estimasi Biaya Mudik Mobil Pribadi yang Perlu Disiapkan

Berikut beberapa hal yang perlu diperhitungkan saat menghitung estimasi biaya mudik menggunakan mobil pribadi.

1. Biaya Servis Kendaraan Sebelum Mudik
Sebelum melakukan perjalanan jauh, pemilik kendaraan sebaiknya melakukan servis mobil terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk memastikan mobil dalam kondisi prima sehingga perjalanan mudik bisa lebih aman dan nyaman.

Beberapa bagian mobil yang biasanya diperiksa saat servis antara lain:

  • Mesin: Pastikan oli mesin, filter oli, air radiator, serta kondisi aki dalam keadaan baik. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan mesin bekerja optimal dan tidak mengalami kebocoran.
  • Sistem Kelistrikan: Periksa komponen kelistrikan seperti lampu, klakson, dan sistem starter agar semuanya berfungsi dengan normal selama perjalanan.
  • Rem: Kondisi kampas rem, minyak rem, serta selang rem perlu dicek untuk memastikan sistem pengereman tetap aman saat berkendara jarak jauh.
  • Kopling (Mobil Manual): Untuk mobil manual, kondisi kampas kopling, minyak kopling, dan selang kopling juga perlu diperiksa agar tidak menimbulkan masalah saat perjalanan.
  • Ban: Periksa tekanan angin ban, kondisi permukaan ban, serta tingkat keausannya agar tetap aman digunakan selama perjalanan mudik.

Untuk melakukan servis ringan tersebut, biasanya pemilik mobil perlu menyiapkan biaya sekitar Rp500.000 hingga Rp700.000. Nominal ini dapat berbeda-beda tergantung jenis mobil, bengkel yang dipilih, serta jenis perawatan yang dilakukan.

2. Biaya Tol Selama Perjalanan
Biaya tol juga menjadi salah satu komponen penting yang perlu diperhitungkan saat mudik menggunakan mobil pribadi. Meski terlihat sebagai pengeluaran tambahan, menggunakan jalan tol justru dapat membuat perjalanan lebih efisien karena jarak tempuh dan waktu perjalanan biasanya lebih singkat dibandingkan melalui jalur non-tol. Apalagi saat ini perjalanan di Pulau Jawa sudah didukung oleh jaringan Tol Trans Jawa yang menghubungkan berbagai kota besar.

Karena itu, anggaran untuk tarif tol sebaiknya disiapkan sejak awal. Besarnya biaya tol bisa berbeda-beda tergantung jarak perjalanan serta kota tujuan mudik. Semakin jauh rute yang ditempuh, semakin besar pula biaya tol yang perlu disiapkan.

Sebagai gambaran, perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya melalui jalur Tol Trans Jawa untuk kendaraan golongan I (mobil pribadi) diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp840.000 untuk sekali jalan. Jika pemudik melakukan perjalanan pulang-pergi, maka total biaya tol yang perlu disiapkan bisa mencapai sekitar Rp1,68 juta.

3. Biaya Bahan Bakar (Bensin)
Selain biaya tol, anggaran untuk bahan bakar juga menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan saat mudik menggunakan mobil pribadi. Kebutuhan bensin biasanya bergantung pada kapasitas mesin kendaraan serta jarak perjalanan yang ditempuh. Semakin besar kapasitas mesin dan semakin jauh jaraknya, konsumsi bahan bakar juga akan semakin banyak.

Sebagai gambaran, perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta memiliki jarak sekitar 570 kilometer. Untuk menempuh jarak tersebut, mobil pribadi diperkirakan membutuhkan sekitar 57-60 liter bensin dalam satu kali perjalanan.

Jika menggunakan bahan bakar Pertamax dengan harga sekitar Rp12.950 per liter, maka estimasi biaya bensin dapat dihitung dengan mengalikan harga per liter dengan kebutuhan bahan bakar. Dengan asumsi kebutuhan 60 liter, biaya bensin yang diperlukan sekitar Rp777.000 untuk sekali jalan.

Apabila perjalanan dilakukan pulang-pergi, maka total anggaran bahan bakar yang perlu disiapkan bisa mencapai sekitar Rp1.554.000.

4. Biaya Makan dan Minum Selama Perjalanan
Selain tol dan bahan bakar, pemudik juga perlu menyiapkan anggaran untuk makan dan minum selama perjalanan. Perjalanan jauh tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar sehingga kebutuhan konsumsi tetap harus diperhatikan agar tubuh tetap bertenaga.

Terlebih jika perjalanan dilakukan saat bulan puasa dan mendekati waktu berbuka, pemudik perlu menyiapkan biaya tambahan untuk membeli makanan dan minuman saat berbuka di perjalanan atau di rest area.

Besarnya biaya makan dan minum biasanya bergantung pada harga makanan yang dibeli serta jumlah orang yang ikut mudik. Semakin banyak anggota keluarga yang ikut dalam perjalanan, maka semakin besar pula anggaran konsumsi yang perlu disiapkan selama di perjalanan.

Tips Hemat Mudik Menggunakan Mobil Pribadi

Agar biaya mudik tidak membengkak, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran selama perjalanan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat mudik dengan kendaraan pribadi.

1. Berkendara dengan Kecepatan Stabil
Cara berkendara ternyata berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Mengemudi dengan kecepatan terlalu tinggi dapat membuat penggunaan bensin menjadi lebih boros. Karena itu, sebaiknya jaga kecepatan mobil tetap stabil dan tidak terlalu ngebut agar bahan bakar lebih hemat.

2. Mengatur Penggunaan AC Mobil
Penggunaan AC mobil juga dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Jika AC dinyalakan terus-menerus dengan tingkat pendinginan tinggi, bensin bisa lebih cepat habis. Untuk menghemat bahan bakar, kamu bisa menyesuaikan penggunaan AC, misalnya dengan menurunkan tingkat pendinginannya saat cuaca tidak terlalu panas.

3. Membawa Bekal Makanan dari Rumah
Membawa makanan dan minuman dari rumah bisa menjadi cara efektif untuk menghemat pengeluaran selama perjalanan. Dengan begitu, kamu tidak perlu terlalu sering membeli makanan di rest area atau di sepanjang jalan.

4. Membawa Barang Secukupnya
Muatan kendaraan juga memengaruhi kinerja mesin mobil. Jika membawa terlalu banyak barang, kendaraan akan bekerja lebih berat sehingga konsumsi bahan bakar bisa meningkat. Oleh karena itu, sebaiknya bawa barang seperlunya saja agar perjalanan lebih efisien.

5. Menghindari Kemacetan
Kemacetan bisa membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama sekaligus meningkatkan konsumsi bahan bakar. Untuk mengatasinya, pemudik bisa memilih waktu berangkat lebih awal atau mencari alternatif rute yang lebih lancar. Selain itu, beristirahat sejenak saat perjalanan juga penting untuk menjaga konsentrasi dan keselamatan saat berkendara.